Nikahi Gadis Cantik dan Muda, Pria 71 Tahun Lakukan Cara Ini agar Istrinya tak Digoda Lelaki Lain
Takut istrinya direbut lelaki lain, pria ini memiliki cara tersendiri untuk menahan istrinya agar tidak digoda orang lain.
Penulis: Liska Rahayu | Editor: Liska Rahayu
Namun, mereka selalu ditolak mentah-mentah.
Fakta bahwa banyak pria dan perangkat desa mengawasi istri mereka yang cantik membuat Luong khawatir.
Setelah berpikir sejenak, dia menemukan cara unik untuk menjaga istrinya agar bersamanya selamanya.
Baca juga: Artis Senior Waty Siregar Sedang Berjuang Melawan Kanker, Begini Kondisi Terkini Ibunda Elma Theana
Baca juga: Pria Afganistan Pembunuh Juragan Emas Lakukan Hal Ini sebelum Menghabisi Nyawa Suami Selingkuhan
Rencana Luong adalah membuat istrinya hamil dan melahirkan terus menerus.
Pada tahun 1996, istri Luong melahirkan seorang putri kedua.
Pada akhir tahun 1997, putri ketiga Luong lahir.
Pada awal 1999, keluarganya memiliki putra keempat.
Pada awal 2000, istrinya melahirkan putra kelima.
Pada bulan November tahun di yang sama, keluarganya menyambut sepasang anak kembar dan dua putri.
Baca juga: Baru Menikah Sudah Jadi Janda, Suami Pengantin Wanita Tewas Dipukuli Tamu Gegara Tradisi Pernikahan
Baca juga: Ashanty Blak-blakan Akui Sudah Tulis Surat Wasiat untuk Anak-anak Anang Hermansyah, Ada Apa?
Sama seperti itu, dalam 21 tahun terakhir, Luong dan istrinya telah memiliki 15 anak.
Sebagian besar anak Luong lahir sendiri di rumah. Istrinya memotong tali pusar anak-anaknya dengan gunting yang tidak dibersihkan sama sekali.
Setelah tali pusarnya dipotong, istri Luong akan mengoleskan minyak pohon teh ke pusar bayi agar tidak infeksi.
Barulah pada kelahiran anak ke-13, istri Luong datang ke rumah sakit untuk melahirkan.
Meskipun China pada waktu itu memiliki peraturan yang sangat ketat tentang persalinan, pemerintah setempat sangat lunak terhadap keluarga Luong.
Baca juga: Hajatan di Langkat Masih Dilarang Sampai Batas Waktu yang Belum Ditentukan
Baca juga: Hati-hati Terhadap Akun Medsos yang Melakukan Penipuan Mengatasnamakan Bupati Langkat
Keluarganya tidak dihukum karena memiliki terlalu banyak anak.
Aparat desa juga membantu semua anaknya mendapatkan pencatatan rumah tangga.
Selain itu, keluarganya juga tergolong keluarga miskin dan menerima subsidi sebesar 2.000 yuan (Rp 4,4 juta) sebulan.
Berkat itu, kehidupan keluarganya tidak begitu sulit.
(yui/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pria-punya-banyak-anak.jpg)