Anggotanya Digiring-Dibentak-bentak Oknum Polisi di Area Penyekatan, Ini Reaksi Komandan Paspampres
Komandan Paspampres (Danpaspampres) Mayjen TNI Agus Subiyanto mengatakan adanya kesalahpahaman soal aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat
"Saya salah bang, izin bang saya salah bang," ucap Praka Izroi berkali-kali kepada anggota polisi berpakaian preman tersebut sembari menundukkan kepala sebagai bentuk permintaan maaf atas kesalahannya.
Namun, walau Praka Izroi berusaha tetap dingin dan sopan menghadapi petugas.
Salah satu terlihat petugas terus ngotot dan mendorong tubuh Praka Izroi ke mobil water cannon tersebut sembari membentaknya.
"Kalau kamu Paspampres memangnya kenapa?," kata anggota polisi yang rambutnya dikucir itu.
Sejumlah prajurit TNI yang terlibat dalam PPKM Darurat turut menghampiri Praka Izroi yang sedang diperiksa petugas kepolisian tersebut.
"KTA kamu mana?" tanya petugas lagi.
Tampak Praka Izroi menjelaskan kalau KTA nya sedang proses pembuatan.
Walau tak bisa menunjukkan Kartu Tanda Anggota (KTA) prajurit TNI, tapi Praka Izroi memiliki sejumlah bukti identitas bahwa dia benar-benar anggota Paspampres.
Praka Izroi tampak membuka ranselnya dan menunjukkan dompetnya.
Dengan sigap, seorang oknum polisi tersebut mengambil dompetnya dan melihat KTP nya.
Kericuhan pun mereda, polisi yang tadi mengamankannya pergi satu persatu, begitu juga dengan prajurit TNI.
Setelah situasi terkendali, sebuah peristiwa yang tak terduga terjadi.
Jadi saat Praka Izroi hendak mengambil sepeda motornya, tiba-tiba saja dia mengambil sikap tegap dan memberikan hormat kepada seorang perwira pertama TNI yang mendadak muncul di lokasi kericuhan.
Sosok perwira pertama berpangkat Kapten itu langsung memarahi Praka Izroi.
"Kamu mau sok jagoan. Ini kami dua puluh empat jam. Kamu tinggal ngomong baik-baik. Ingat ya, kamu baik-baik kalau ngomong. Pasti dilepas kamu. Jelas? jangan diulangi lagi," kata Kapten TNI itu?