Pemkab Deliserdang Hentikan Vaksinasi Covid-19 di 34 Puskesmas, Ternyata Ini Kendalanya
Ia mengaku sudah mempertanyakan soal kondisi kekosongan dosis kepada Provinsi namun belum ada kepastian akan tiba di Deliserdang.
Penulis: Indra Gunawan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com,DELISERDANG- Pemkab Deliserdang memberhentikan sementara pelayanan kegiatan vaksinasi Covid-19 di 34 Puskesmas.
Hal ini lantaran kondisinya sudah sepuluh hari lamanya Deliserdang kekurangan dosis vaksin dari Pemerintah Provinsi.
Baca juga: Kabar Duka Menghampiri Krisdayanti (KD) dan Yuni Shara, Sang Ayah Meninggal Dunia di Bali
Pelaksanaan vaksin akan dilanjutkan setelah dosis kembali diterima.
"Ya benar sudah kita hentikan sementara vaksin ini. Kurang lebih sudah 10 hari di Gudang Farmasi tidak ada lagi vaksinnya.
Kita intinya sedang tunggu-tunggu juga ini kapan datangnya dari Provinsi. Sampai sekarang belum ada kabar memang,"ujar Asisten I / Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Deliserdang, Citra Efendy Capah Kamis, (15/7/2021).
Kadis Kesehatan Deliserdang, dr Ade Budi Krista saat dikonfirmasi sampai saat ini belum dapat dipastikan kapan vaksinasi akan kembali dibuka untuk masyarakat.
Ia mengaku sudah mempertanyakan soal kondisi kekosongan dosis kepada Provinsi namun belum ada kepastian akan tiba di Deliserdang.
Disebut terakhir vaksin diberikan pada Senin lalu dan hanya dalam jumlah untuk 2000an dosis.
Baca juga: Air Terjun Sungsang di Tangkahan, Tawarkan Keindahan, Simpan Sejuta Pesan Bagi Wisatawan
"Saya tanya sama Provinsi tapi jawaban orang provinsi pun katanya suplay dari pusat yang terhambat.
Katanya Pusat sedang memprioritaskan untuk Pulau Jawa dan Bali karena sedang luar biasa kecamuknya di sana.
Antusias masyarakat Deliserdang untuk divaksin sekarang ini juga cukup tinggi,"ujar Ade Budi Krista.
Ade menambahkan Pemkab sempat diberikan target memvaksin masyarakat sebanyak-banyaknya sebelum akhir Juni.
Disebut karena target itu bisa berhasil dikejar dan dilakukan vaksinasi terhadap 160 ribuan orang untuk tahap pertama.
Kendala baru muncul pada saat mau pelaksanaan dosis kedua karena kondisinya tidak lancar suplay logistiknya.
"Harus diingat juga ini dosis kedua menjadi kewajiban untuk menyambung dari dosis pertama.
Baca juga: Menikmati Keindahan Berastagi Dari Ketinggian di Cafe Kalang Ulu, Ada Beragam Menu Makanan Enak