TRIBUNWIKI
SOSOK Iptu Nanang, Si Polisi Berpantun, Mencintai Seni dan Bermimpi Jadi Artis
Nanang yang merupakan warga Tanjung Morawa ini pun menuturkan cikal bakal dirinya melantunkan pantun pada masyarakat di masa PPKM darurat Kota Medan.
"Kalau figur saya suka pak Timbul Srimulat dan Manuk Prakoso," ungkapnya.
Baca juga: Rumah Tangga Stefan Celine Evangelista Rumit, Angelo : Ada Hal Spiritual
Demo Tumbangkan Presiden Soeharto
Hal menarik lainnya dari sosok Nanang, rupanya ketika duduk di bangku kuliah ia sempat ikut demonstrasi menumbangkan rezim Presiden Soeharto.
Ia menjelaskan, saat itu mahasiswa UMSU digerakkan oleh ketua Senat Mahasiswa untuk memperbaiki Indonesia dan melahirkan era reformasi.
"Jadi sempat demo dulu di depan gedung DPRD sampai sore tanpa mengharapkan imbalan apa - pun dengan hati yang ikhlas," katanya.
Dia menjelaskan bahkan sempat gencarkan gerakan protes dengan salat Jumat di lapangan benteng dan beberapa aparat juga ikut bersama mereka.
Ada kisah menarik yang sampai hari ini berbekas didapatnya di masa mencekam itu. Yakni peristiwa penjarahan yang ramai terjadi dari Kota Medan sampai ke Tebing Tinggi.
"Waktu penjarahan di Kota Medan, malamnya saya balik ke Tebing. Besok pagi penjarahan di Tebing. Saya tidak ikut tapi main - main ke kota," ujarnya.
"Nah, yang lucu itu ada tukang becak dijarahnya toko elektronik. Dinaikkannya TV, Kulkas dan lainnya. Pas dia bawa radio kecil, eh tiba - tiba becaknya hilang," katanya sembari tertawa.
Baca juga: KABAR GEMBIRA! Ternyata Ada Vaksin yang Digunakan Indonesia Sangat Ampuh dari Virus Varian Delta
Tidak Sengaja Jadi Polisi
Dia mengakui pada dasarnya tidak pernah muncul dibenaknya ingin menjadi polisi. Tapi ada suatu momen yang begitu tiba - tiba sehingga ia akhirnya jadi polisi.
Nanang menceritakan, saat itu ia baru pulang dari ulang tahun temannya. Saat pulang ke rumah rupanya ayahnya sudah menunggu kepulangannya.
Ayahnya pun langsung mengeluh atas hidup Nanang yang tidak jelas karena kuliahnya yang dinilai tidak beres. Ia pun menerangkan kepada ayahnya bahwa ia ingin sekali menjadi artis.
"Itu ayah langsung bilang, ah kau yang betul aja. Artis itu ganteng - ganteng. Muka mu jelek gitu pun," ungkapnya.
Mendengar hal itu ia pun berpikir untuk berusaha agar mampu membahagiakan ayahnya yang sudah menua. Akhirnya ia pergi dari Tebing menuju Kota Medan melewati SPN Sampali ada informasi penerimaan polisi.
"Saat itu aku berpikir yaudah masuk polisi ajalah dari pada tidak ada kerjaan. Untungnya itu pendaftaran terakhir jadi tidak telat lagi. Saya pun mendaftar dan tidak terduga rupanya lulus," sebutnya.
Baca juga: Pernah Dihukum Rieta Amilia, Nagita Slavina Sampai Mohon Bantuan pada Sosok Tua Ini, Sampai Nangis!
Kini Bermimpi Polisi Dicintai Masyarakat
"Bagaimana caranya image negatif tentang Polri itu berubah. Ketika masyarakat melihat polisi tidak ada lagi anggapan, ah ini mau minta duit ini. Tapi polisi adalah pelindung, pengayom masyarakat," ungkapnya.
Nanang akui butuh perjuangan keras untuk mewujudkan mimpinya tersebut. Terlebih di bagiannya sebagai polisi lalu lintas yang citranya sudah buruk sekali di masyarakat.
Menurutnya hak itu karena ada segelintir oknum yang memanfaatkan situasi sehingga menyakitkan hati masyarakat. Ia ingin bangun persepsi masyarakat bahwa polisi adalah teman masyarakat.
Baca juga: Tak Hadir Sidang, Rezky Aditya Rupanya Asyik Lakukan Ini, Wenny Ariani Bongkar Masa Lalu sang Mantan
Selain, itu ia sampai saat ini juga masih sangat bermimpi sebagai tamu di acara besar televisi. Seperti Hitam Putih, Kick Andy, dan Opera Van Java.
"Saya juga ingin punya acara sendiri seperti Tukul Arwana dengan mengundang polisi yang terbilang unik. Semisal polisi yang juga tukang sayur," sebutnya.
Dia berharap kesempatan itu hadir di dalam kehidupannya.
"Saya ingin jadi Legend. Bahwa Polda Sumut pernah punya orang seperti saya," tutupnya.
(cr8/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/iptu-nanang-kusumo.jpg)