Breaking News:

Berikut Ini Cara Pemkab Deliserdang Menekan Kasus Covid-19 di Kecamatan Hamparan Perak

Pemerintah Kabupaten Deliserdang menggelar pertemuan dengan kepala desa di seluruh Kecamatan Hamparan Perak untuk membahas diskusi dan evaluasi

Editor: jefrisusetio
Istimewa
Pemerintah Kabupaten Deliserdang menggelar rapat bersama seluruh kepala desa/kelurahan di Kecamatan Hamparan Perak. 

TRIBUN-MEDAN.COM, LUBUKPAKAM - Pemerintah Kabupaten Deliserdang menggelar pertemuan dengan kepala desa di seluruh Kecamatan Hamparan Perak untuk membahas diskusi dan evaluasi Covid-19 di aula Kantor Camat Hamparan Perak

Hadir dalam pertemuan itu, Sekretaris Daerah Darwin Zein, Asisten-1 Citra Efendi Capah, Asisten-II Dedi Maswardy, Kepala Dinas PMD Khairul Azman. Kemudian, Kepala BPBD Deliserdang Abidin Hutagalung. Selanjutnya, Kadis Kesehatan dr Ade Budi Krista

“Apapun kesepakatan kita pada diskusi hari ini dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid 19 dan mudah-mudahan bisa kita sepakati bersama. Dan hasil dari pertemuan ini kedepan diharapkan laporan konfirmasi yang ada di kecamatan ini bisa minus atau turun tidak ada kematian," ujar Sekda Deliserdang Darwin Zein

Lebih lanjut, ia menyampaikan Pemerintah akan melakukan semua upaya untuk mencegah meluasnya penyebaran Covid-19. Sebab, Pemkab Deliserdang sangat cinta dan sayang dengan warganya. Karena itu, ia mengingatkan bahwa seluruh aparatur pemerintah mulai dari kepling untuk menjalankan kebijakan pemerintah. 

"Kegiatan pesta belum diizinkan sampai batas waktu yang akan ditentukan dan selama PPKM restoran, warung, kafe dan kedai akan tutup hingga pukul 18.00 WIB," katanya. 

Ia menjelaskan, seluruh masyarakat Deliserdang dilarang makan serta nongkrong lebih 20 menit dan seluruh kafe tidak boleh menyediakan kursi dan meja agar tidak terjadi kerumunan. Pemilik rumah makan dan pelayan wajib menggunakan masker  selama jam kerja.

"Bagi masyarakat yang mendatangi kegiatan takjiah kemalangan wajib menggunakan masker, pihak desa wajib menyediakan masker apabila ada warga yang tidak menggunakan masker. Pelaksanaan isolasi mandiri dilakukan sesuai rekomendasi dari dokter atau tim medis," ujarnya. 

Selain itu, kata dia, pihak kecamatan dan desa menyalurkan bantuan kepada warga yang sedang isolasi mandiri serta masyarakat kurang mampu bersumber dari dana desa atawa pihak ketiga (perusahaan, swasta, toke). Selanjutnya, dinas kesehatan melalui bidan desa akan melakukan pemantuan kondisi warga yang isolasi mandiri di rumah. 

"Perlu menjadi perhatian dalam evaluasi, karena ketika upaya-upaya pencegahan sudah kita lakukan sangat baik sekali, baik dalam operasi yustisi, pembatasan kegiatan usaha, serta membubarkan kerumunan. Untuk itu dari satgas akan merekomendasikan supaya isolasi mandiri ini tidak hanya terfokus dirumah, tetapi pihak kecamatan juga harus menyediakan tempat isolasi," katanya. 

Menurutnya, tempat isolasi yang disediakan kecamatan dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan Covid-19. Sebab, ruang isolasi di rumah sakit mulai penuh. 

Sedangkan, Asisten Pemerintahan Deliserdang Citra Efendi Capah menuturkan, kasus warga yang positif Covid-19 di Deliserdang cukup tinggi. Oleh sebab itu, harus dilakukan berbagai upaya untuk menurunkan kasus Covid-19. Terkhusus Kecamatan Hamparan Perak harus kembali menjadi wilayah hijau. 

"Untuk itu bagaimana caranya agar Kecamatan Hamparan Perak bisa kembali menjadi zona hijau, dan ini merupakan tanggung jawab kita sebagai pemimpin yang diberi amanah," ungkapnya. 

(*)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved