Kekhawatiran AS Akhirnya Terbukti, Peralatan Militer yang Ditinggalkan di Afghanistan Diangkut Iran

Kini beredar di media sosial gambar yang menunjukkan sejumlah truk milik tentara Iran telah mengangkut Humvee AS, yang diduga diambil dari Afghanistan

Tayang:
Editor: AbdiTumanggor
Twitter.com
Senjata Rampasan Taliban Diangkut ke Iran 

Lalu ada sekitar 70 kendaraan taktis Ranjau - Resistant Ambush Protected (MRAP), 73 pesawat di landasan Bandara Kabul dan 27 High-Mobility Multipurpose Wheeled Vehicles (Humvee).

Sebuah video yang dibagikan oleh seorang jurnalis di Twitter menunjukkan bagaimana pasukan Taliban memasuki hanggar segera setelah pasukan AS keluar dari negara itu.

Pasukan Khusus Taliban Badri 313 berjaga di sekitar pesawat yang ditinggalkan Amerika di Bandara Kabul, 31 Agustus 2021
Pasukan Khusus Taliban Badri 313 berjaga di sekitar pesawat yang ditinggalkan Amerika di Bandara Kabul, 31 Agustus 2021 (afp)

Dalam video tersebut, pasukan Taliban terlihat memeriksa helikopter Chinook yang ditinggalkan oleh militer AS. 

Namun Kepala Komando Pusat Jenderal Kenneth McKenzie memastikan 73 pesawat yang ditinggal di Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul sudah "dimiliterisasi".

"Pesawat-pesawat itu tidak akan pernah terbang lagi... Pesawat ini tidak akan pernah bisa dioperasikan oleh siapa pun," katanya.

"Sebagian besar dari pesawat ini tidak mampu melakukan misi sejak awal. Tapi yang pasti, mereka tidak akan pernah bisa. untuk diterbangkan lagi."

Sistem pertahanan udara C-RAMS (Counter Rocket, Artillery and Mortar System) yang digunakan hanya jam sebelumnya untuk melawan roket ISIS tetap beroperasi sampai "menit terakhir" ketika pesawat militer AS terakhir lepas landas.

Seperti yang sudah dijanjikan Presiden Joe Biden, Amerika resmi mengakhiri pendudukan 20 tahun Afghanistan, 31 Agustus 2021.

Keberangkatan pesawat kargo menandai berakhirnya evakuasi udara besar-besaran di mana puluhan ribu orang kabur dari Afghanistan, takut akan kembalinya kekuasaan Taliban.

"Lima pesawat terakhir telah pergi, sudah berakhir!" kata Hemad Sherzad, seorang pasukan Taliban yang ditempatkan di Bandara Internasional Kabul.

“Saya tidak bisa mengungkapkan kebahagiaan saya dengan kata-kata. ... Pengorbanan kami selama 20 tahun berhasil.”

Di Washington, Jenderal Frank McKenzie, Kepala Komando Pusat AS, mengumumkan penyelesaian perang terpanjang Amerika dan upaya evakuasi, dengan mengatakan pesawat terakhir lepas landas dari bandara Kabul pada pukul 15.29. EDT — satu menit sebelum Senin tengah malam waktu Kabul.

Jenderal Frank McKenzie mengakui masih ada warga Amerika, kemungkinan berjumlah "ratusan sangat rendah," tertinggal di Afghanistan, dan dia yakin mereka masih bisa meninggalkan negara itu.

Menteri Luar Negeri Amerika Anthony Blinken mengatakan bahwa 123.000 orang telah dievakuasi sejak Taliban mengambil alih Afghanistan pada 14 Agustus.

Yang dievakuasi termasuk 6.000 warga negara Amerika.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved