Kekhawatiran AS Akhirnya Terbukti, Peralatan Militer yang Ditinggalkan di Afghanistan Diangkut Iran
Kini beredar di media sosial gambar yang menunjukkan sejumlah truk milik tentara Iran telah mengangkut Humvee AS, yang diduga diambil dari Afghanistan
Blinken mengakui antara 100 dan 200 warga Amerika masih berada di Afghanistan dan AS akan menagih janji Taliban untuk membiarkan orang-orang dengan bebas meninggalkan negara itu.
AS Hancurkan 150 Lebih Kendaraan dan Pesawat
Terkait peralatan militer yang tertinggal di bandara, Jenderal Kenneth F. McKenzie, kepala Komando Pusat (CENTCOM) AS, mengatakan ada yang dibawa keluar.
Sistem lain, kata Kenneth F. McKenzie, adalah "demiliterisasi," yang berarti pasukan AS sengaja menghancurkannya untuk mencegah agar tidak digunakan Taliban.
Sistem anti roket, artileri, dan mortir (C-RAM), yang digunakan untuk menangkis serangan roket di bandara pada hari Senin, dibiarkan tetap online sampai menit terakhir dan kemudian demiliterisasi.
"Kami mendemiliterisasi sistem itu sehingga tidak akan pernah digunakan lagi," kata McKenzie.
"Kami merasa lebih penting untuk melindungi pasukan kami daripada mengembalikan sistem itu," jelasnya.
McKenzie menjelaskan bahwa peralatan demiliterisasi termasuk 70 kendaraan anti-ranjau yang dilindungi (MRAP), 27 Humvee, dan 73 pesawat. Banyak dari pesawat itu tidak mampu melakukan misi.
"Mereka tidak akan pernah bisa dioperasikan oleh siapa pun lagi," tegasnya.
Namun, McKenzie mengatakan, bahwa ada beberapa sistem, seperti truk pemadam kebakaran dan front-end loader, dibiarkan beroperasi agar bandara Kabul dapat memulai kembali operasi sesegera mungkin.
Baca juga: China Negara Pertama Akui Taliban sebagai Penguasa Afghanistan yang Dinamai Emirat Islam Afghanistan
Baca juga: Amerika Semakin Waspada setelah Bersatunya Kekuatan Militer China dan Rusia
Pesawat serang ringan A-29 Super Tucano di Afghanistan (twitter)
Respon Rusia
Namun, berbeda dengan pernyataan Menteri Pertahanan (Menhan) Rusia Sergey Shoigu yang mengklaim bahwa milisi Taliban telah memperoleh lebih dari 100 sistem rudal anti-tank portabel Javelin AS yang ditinggalkan di Afghanistan.
Bahkan, menurutnya, kelompok militan itu kini lebih baik dari Angkatan Darat (AD) Ukraina.
"Ini berarti bahwa Taliban sekarang memiliki lebih banyak dari mereka daripada Angkatan Darat Ukraina," imbuh Shoigu kepada Russia Today, Senin (30/8/2021).
Javelin adalah rudal anti-tank fire-and-forget portabel yang menggunakan panduan inframerah otomatis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/senjata-rampasan-taliban-diangkut-ke-iran.jpg)