Breaking News:

Dampak Banjir Lahar Dingin, Lahan Pertanian di Desa Sukatendel Rusak

Berdasarkan data yang didapat dari Dinas Pertanian dan Peternakan (Disternak) Kabupaten Karo, sebanyak 7,6 hektar lahan pertanian warga terdampak.

Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRIBUN MEDAN/M NASRUL
SEORANG warga menunjukkan lahan pertanian yang terdampak banjir lahar dingin, di Desa Sukatendel, Kecamatan Tiganderket, Minggu (5/9/2021).(TRIBUN MEDAN/M NASRUL) 

TRIBUN-MEDAN.com, KARO - Banjir lahar dingin Gunung Sinabung yang terjadi di Desa Sukatendel, Kecamatan Tiganderket pekan lalu tak hanya menyebabkan jalan antar kecamatan terputus sementara. Derasnya sapuan aliran lahar dingin ini juga berdampak juga pada lahan pertanian warga.

Berdasarkan data yang didapat dari Dinas Pertanian dan Peternakan (Disternak) Kabupaten Karo, sebanyak 7,6 hektar lahan pertanian warga terdampak. Kepala Disternak Karo, Matehsa K Purba, seluruh lahan pertanian yang tersapu aliran banjir lahar dingin menjadi rusak.

"Kemarin kita sudah cek ke lokasi, dan kita data sekitar 7,6 hektare yang terdampak," ujar Matehsa, Minggu (5/9/2021).

Pantauan Tribun Medan, pada saat banjir lahar dingin terjadi, arus sungai yang berhulu dari Gunung Sinabung ini membawa material sisa erupsi dan awan panas. Tampak dari sisa banjir ini, menyisakan tumpukan pasir, bebatuan, dan sisa kayu.

Baca juga: Kasihan Sekali, Lahar Dingin Merusak 7,6 Hektare Lahan Petani Desa Sukatendel

Matehsa menjelaskan, dari 7,6 hektare lahan pertanian warga ini banyak ditanami dengan berbagai jenis tanaman baik muda maupun tua. Dikatakannya, dari pantauan mereka di lokasi lahan pertanian yang terdampak bajir lahar dingin seperti komoditi jagung, salak, bawang merah, hingga kopi. "Semuanya kita lihat puso atau tidak bisa dipanen," ungkapnya.

Terkait kerugian warga, Matehsa menjelaskan pihaknya menghitung sekitar Rp 344 juta Dirinya mengatakan, dari total luas lahan yang terdampak terlihat jika komoditi yang ditanam ini masih usia muda sekitar satu tahun usia tanam.

Matehsa menambahkan, untuk penanganan, pihaknya akan melayangkan surat ke Kementerian Pertanian. “Melalui surat tersebut nantinya diharapkan para petani bisa mendapatkan bantuan dari Kementerian Pertanian baik berupa bibit maupun lainnya,” pungkasnya.(cr4/Tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved