Breaking News:

News Video

Dinilai Sadis dan Berencana, Aipda Roni Lesu Dituntut Hukuman Mati

Perbuatannya dinilai sadis dan berencana, Aipda Roni Syahputra tertunduk lesu dituntut hukuman mati di Pengadilan Negeri (PN) Medan

Penulis: Gita Nadia Putri br Tarigan | Editor: Fariz

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Perbuatannya dinilai sadis dan berencana, Aipda Roni Syahputra tertunduk lesu dituntut hukuman mati di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (6/9/2021).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Bastian menilai, Aipda Roni terbukti bersalah melakukan Pembunuhan berencana dan perbarengan, sebagaimana diatur dan diancam Pidana pasal 340 KUHPidana jo pasal 65 KUHPidana.

"Menuntut supaya majelis hakim menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Roni Syahputra dengan pidana mati," kata Jaksa.

Dalam pertimbangan Jaksa, adapun yang memberatkan karena perbuatan terdakwa dilakukan secara sadis, salah satu korban berusia dibawah umur, dan terdakwa merupakan aparat penegak hukum.

"Sedang hal-hal yang meringankan Tidak ada," ucap Jaksa.

Usai mendengar tuntutan Jaksa, Majelis Hakim yang diketuai Hendra Utama Sutardodo menunda sidang pekan depan dengan agenda pledoi.

Pantauan tribunmedan.com diluar arena sidang, Istri dan anak terdakwa tampak menangis mendengar tuntutan mati tersebut.

Saat diwawancarai Penasehat Hukum (PH) terdakwa menilai hukuman mati tersebut terlalu dipaksakan.

"Seakan pasal 340 ini dipaksakan. Dalam nota pembelaan nanti disampaikan keberatan-keberatan kami selaku kuasa hukum," pungkasnya.

Sementara itu dalam dakwaan Jaksa
menyebutkan pembunuhan keji yang dilakukan oknum polisi Polres Pelabuhan Belawan, Aipda Roni Syahputra terhadap dua wanita yakni Riska Pitria dan AC terjadi pada bulan Februari lalu.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved