Breaking News:

Pegadaian Aktifkan Kembali Gadai Efek Saham

Ini bukan produk baru, tetapi Pegadaian sudah melaunching Gadai Efek ini namun hanya berjalan sampai tahun 2008.

Penulis: Angel aginta sembiring | Editor: Eti Wahyuni
Tribun-medan.com/HO
Dokumentasi gedung Pegadaian Kanwil Medan,Jalan Pegadaian No.112, A U R, Kec. Medan Maimun, Kota Medan. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pegadaian mengaktifkan kembali Gadai Efek saham dan obligasi sebagai alternatif pembiayaan dengan agunan berupa efek, Senin (13/9/2021).

Gadai Efek ini merupakan pemberian kredit dengan dasar hukum gadai dalam jangka waktu tertentu kepada investor, dengan agunan berbentuk efek saham atau obligasi.

Asisten Manager Gadai Efek, M Hanafi Fauzi mengatakan, Gadai Efek ini bukanlah produk baru yang dihadirkan oleh Pegadaian.

"Ini bukan produk baru, tetapi Pegadaian sudah melaunching Gadai Efek ini namun hanya berjalan sampai tahun 2008 berjalan karena adanya krisis keuangan, tetapi kini Pegadaian aktifkan kembali seiring dengan kebutuhan masyarakat, " ujarnya Hanafi.

Ia menyampaikan, ada pun efek yang bisa dijadikan agunan (jaminan) dalam proses Gadai Efek berupa saham yang masuk dalam kriteria di LQ45 dan untuk obligasi negara kriteria SUN dan ORI.

Baca juga: PT Raja Gadai Indonesia Resmi Dibuka dengan Izin OJK, Berikut Keunggulannya

Hal itu karena, kriteria saham LQ4T terdiri dari beragam jenis saham konvensional dan saham syariah.

Hal itu juga diperjelas oleh Kepala KP BEI Sumut, Pintor Nasution bahwa fokus dari Gadai Efek ini masih menitikberatkan terutama kepada saham LQ45 atau saham yang masih konvensional.

Namun, Pegadaian tetap menerima saham berbentuk syariah dengan kriteria LQ45 karena seperti diketahui, LQ45 terdapat beragam dari saham konvensional dan saham syariah.

Keunggulan investor mau menggadaikan efek di Pegadaian perbandingan antara saham atau emas, dikatakan Asisten Manager Gadai Efek, M Hanafi Fauzi, produk Gadai Efek yaitu tidak ada perubahan kepemilikan.

"Jadi saham yang dijadikan agunan para investor masih menjadi kepemilikan atas nama investor sendiri. Sehingga pada saat periode gadai, efek yang dijadikan agunan tersebut itu dikunci dan tidak bisa dijual, " jelasnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved