Breaking News:

Ujian SKD CPNS Medan

Ujian SKD CPNS di Medan, Tiap hari Ada 5 Persen Peserta yang Tidak Hadir

Panitia seleksi ujian SKD CPNS Kota Medan menyebutkan jumlah peserta ujian yang tidak hadir perharinya mencapai 5 persen

Penulis: anisa rahmadani | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/ANNISA RAHMADANI
Sejumlah peserta ujian SKD CPNS tampak mempersiapkan berkas di Kodam I/BB, Kamis (16/9/2021).(TRIBUN MEDAN/ANNISA RAHMADANI) 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN- Iwan Setyo Prihatin, Koordinator Panitia Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS di markas Kodam I/Bukit Barisan mengatakan jumlah CPNS yang tidak hadir setiap harinya mendapai 5 persen.

Adapun alasan ketidakhadiran peserta lantaran tidak melengkapi berkas persyaratan ataupun kendala dalam registrasi ujian.

"Jadi mereka memang tidak hadir ke lokasi ujian. Dan sejauh ini tidak ada peserta yang terlambat datang ataupun kesalahan berkas yang bisa mengakibatkan dirinya didiskualifikasi," papar Iwan, Kamis (16/9/2021).

Baca juga: CPNS Karo Direncanakan Akan Ujian SKD Tanggal 6 Hingga 9 Oktober Mendatang, Berikut Lokasinya

Untuk pelaksanaan ujian hari ini, ada 900 peserta yang akan mengikuti ujian SKD yang akan dibagi dalam tiga sesi guna mencegah klaster baru Covid-19.

"Sesi pertama dimulai dari jam 08.00 -09.40 WIB, dilanjut sesi kedua dimulai dari jam 11.00-12.40 WIB dan terakhir sesi ketiga dimulai dari jam 14.00-15.40 WIB," paparnya.

Dikatakan Iwan, bahwa ujian CPNS ini tidak ada yang berbeda dari sebelumnya.

Hanya saja tahun ini dana untuk penyiapan tempat ujian para peserta CPNS dilakukan oleh Badan Kepegawaian Negara. 

"Kalau prosedur sama saja hanya jika dulu penyediaan dana dan tempat lokasi ujian diadakan oleh Pemerintah Kota kini disediakan oleh BKN," jelasnya.

Iwan juga menjelaskan, adapun alur yang harus diikuti oleh para peserta ujian SKD itu ada dalam beberapa tahap. 

Baca juga: Posisi CPNS di Kemenkumham Sumut Dibanderol Rp 200 Juta, Korban: Enggak Ada yang Gratis di Dunia Ini

Alur pertama peserta harus menyiapkan berkas seperti KTP, Surat Antigen dan melepaskan seluruh peralatan yang ada di badan seperti jam tangan, cincin, anting-anting, kalung dan ikat rambut. 

"Meskipun pakai kerudung tetap ikat rambut harus dilepas dan pastinya pengecekan suhu tubuh dan protokol kesehatan itu sudah masuk dalam tahap pemeriksaan pertama," Ucapnya.

Setelah melakukan pengecekan kesehatan dan suhu tubuh, peserta diarahkan ke ruang tunggu untuk mengambil pin ujian dan dicek untuk pendeteksi wajah. 

Baca juga: Nama SBY, Ali Umri Hingga M Idaham Disebut-sebut Dalam Sidang Kasus Penipuan CPNS

"Kalau sudah di registrasi baru para peserta diarahkan ke tempat penitipan barang setelah itu baru menunggu di ruang strelisasi sambil melihat vidio tayangan simulasi ujian" terangnya. 

Iwan berharap agar pelaksanaan ujian di Kodam I/BB ini bisa berjalan lancar dan sesuai dengan protokol kesehatan.

"Semoga lancar dan harus tetap protokol kesehatan kita utamakan," paparnya.(cr5/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved