TRIBUNWIKI

Mengenal Tiga Alat Musik Tiup Tradisional Karo, Ada yang untuk Mengusir Burung

Baik itu alat musik tiup, petik maupun di gesek yang bisa dimainkan secara tunggal (solo) maupun bersamaan atau ansamble. 

Editor: Ayu Prasandi
HO
Alat Musik Karo 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Suku Karo memiliki berbagai macam alat musik tradisional yang terbuat dari kekayaan alam.

Baik itu alat musik tiup, petik maupun di gesek yang bisa dimainkan secara tunggal (solo) maupun bersamaan atau ansamble. 

Tidak hanya digunakan dalam suatu acara khusus saja, dahulu beberapa alat musik Karo, juga dimainkan di tempat-tempat tertentu yang disesuaikan dengan fungsinya seperti beberapa alat musik tiup berikut.

Baca juga: Perampok Sopir Truk di Belawan Akhirnya Ditangkap setelah Buron Sebulan

1. Embal-embal

Alat musik satu ini bisa dibilang sangat akrab dengan masyarakat Karo yang bekerja sebagai petani ataupun anak-anak.

Pasalnya, alat musik tiup satu ini biasanya digunakan sebagai alat musik hiburan pribadi di sawah, ketika sedang menjaga padi dari gangguan hama burung. 

Meski demikian, Embal-embal sudah sangat jarang ditemukan ataupun dimainkan oleh masyarakan Karo saat ini.

Embal-embal sendiri merupakan alat musik yang terbuat dari batang padi. 

Dahulu, alat musik ini dibuat oleh orangtua untuk anaknya bermain-main ketika panen tiba.

Alat musik embal-embal diciptakan tidak mempunyai ukuran lobang dan tidak dapat memainkan lagu-lagu karena tidak ada tangga nada.

Baca juga: Menang Telak Atas Paya Bakung United, Manajer PSMS Bilang Perlu Perbaikan Transisi

2. Surdam

Surdam bisa dibilang alat musik tradisional suku Karo yang masih eksis hingga sekarang. Alat musik tiup yang terbuat dari bambu ini memang cukup mudah ditemui karena banyak dijual secara online. 

Meski memainkan Surdam tidak mudah, tidak sedikit anak muda suku Karo yang kerap unjuk kebolehan memainkan alat musik satu ini. 

Adapun cara memainkan Surdam adalah ditiup dari belakang dengan ruas bambu yang terbuka.

Surdam memiliki teknik khusus untuk meniupnya agar menghasilkan suara, Pemain alat musik ini dinamakan Penurdam.

Agar dapat memainkannya, maka seorang Penurdam terlebih dahulu harus memiliki keterampilan khusus termasuk tehnik pernapasan yang baik.

Alat musik surdam terdiri dari beberapa jenis, yaitu surdam rumamis, surdam tangko kuda, surdam pingko-pingko, dan surdam puntung. 

Dahulu, surdam biasanya dimainkan pada malam hari ketika suasana sepi, bisa juga untuk memainkan lagu-lagu yang sedih, atau untuk menggembalakan ternak.

Tidak jarang pula alat musik ini dahulu dimainkan dalam suatu upacara atau ritual tertentu di suku Karo

Namun saat alat musik Surdam dapat dimainkan dimana saja.

Baca juga: SOSOK Lisa Wati, Dokter Gigi yang Hobi Travelling Sambil Bakti Sosial 

3. Balobat

Balobat merupakan alat musik yang identik dengan kesedihan. Pasalnya, alat musik tiup satu ini kerap digunakan dalam acara adat kematian suku Karo.

Balobat memiliki suara yang sangat sendu dan sering dipakai mengiringi sanak keluarga yang tengah memberikan pesan-pesan kepada keluarga yang ditinggal meninggal. 

Meski demikian, Balobat kini juga tidak jarang digunakan sebagai pengiring  pesta panen atau Kerja Tahun, pernikahan, upacara adat dan lainnya.

Balobat juga bisa dibilang sejenis Seruling namun terbuat dari bambu. Balobat memiliki 6 buah lobang nada dan pemain alat musik ini dinamakan Perbalobat.

Balobat bisa dipakai untuk memainkan hampir semua repertoire adat dalam musik tradisional Karo, Gendang Lima Sedalanen, ataupun lagu-lagi sedih.

(cr21/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    Berita Populer

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved