Lahar Dingin Gunung Sinabung Meluber di Jalanan, Dampak Hujan Deras
Dampak hujan deras yang mengguyur kawasan Tanahkaro memicu tumpahnya lahar dingin ke jalanan
Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Array A Argus
TRIBUN-MEDAN.COM,KARO - Kawasan puncak Gunung Sinabung, pada Minggu (26/9/2021) siang diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga deras.
Akibat dari hujan tersebut, sungai yang berhulu di Sinabung dialiri lahar dingin.
Berdasarkan keterangan Oktavianus, warga Desa Perbaji, Kecamatan Tiganderket, banjir lahar dingin terjadi sekira pukul 14.00 WIB.
Pada aktivitas laharan yang melintasi desanya itu, diperkirakan mencapai tinggi 80 centimeter.
Baca juga: Dampak Banjir Lahar Dingin, Lahan Pertanian di Desa Sukatendel Rusak
"Kira-kira pukul 14.00 WIB tadi ngalir lahar dinginnya. Untuk ketinggiannya diperkirakan mencapai 80 centimeter," ujar Oktavianus.
Dikatakannya, memang kawasan puncak Gunung Sinabung diguyur hujan sejak sekira pukul 13.00 WIB siang tadi.
Berselang setengah jam hingga satu jam hujan berlangsung, mereka melihat lahar dingin melintas di Desa Perbaji.
"Enggak tau pasti dari kapan, cuma dari pukul 13.00 WIB sudah gelap di puncak," katanya.
Berdasarkan informasi dan foto yang beredar, aliran lahar dingin ini sempat mengalir di atas jembatan yang akan masuk ke Desa Perbaji.
Baca juga: Kasihan Sekali, Lahar Dingin Merusak 7,6 Hektare Lahan Petani Desa Sukatendel
Akibatnya, jembatan penghubung desa ini sempat tidak bisa dilalui untuk beberapa saat.
Diketahui, luapan aliran lahar dingin ini dikarenakan kondisi saluran sungai di sana masih terdapat banyak material laharan.
Seperti bebatuan yang cukup besar, barang kayu yang cukup besar, hingga endapan material vulkanik yang sudah cukup lama mengendap.
"Kalau di sungai, masih banyak juga batunya," ungkapnya.
Lebih lanjut, Oktavianus menjelaskan jika lahar dingin ini berlangsung kurang lebih selama satu jam.
Baca juga: SINABUNG dan Curah Hujan Tinggi, PVMBG Wanti-wanti Potensi Banjir Lahar Dingin
Dan saat ini, lahar dingin sudah perlahan berlangsung surut.
Terpisah, petugas pengamat Gunung Sinabung Armen Putra membenarkan adanya aktivitas laharan ini.
Dirinya menjelaskan, jika pada saat terjadinya aktivitas laharan ini getaran yang ditimbulkan dari dalam perut Gunung Sinabung ini tercatat di alat pendeteksi getaran atau seismogram dengan amplitudo maksimum 40 mm. (cr4/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/lahar-dingin-di-desa-perbaji-karo.jpg)