Cerita Mahasiswi USU Ikut Vaksin Lantaran Takut Dipersulit Administrasi saat Kelulusan
Rektor USU, Muryanto Amin melarang mahasiswa masuk kelas jika tidak divaksin. Hal itu dilakukan guna mengantisipasi penularan Covid-19
Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Array A Argus
TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN- Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) Muryanto Amin melarang mahasiswa untuk masuk ruang kelas apabila belum divaksin.
Karena ada larangan itu, sejumlah mahasiswa yang tadinya belum divaksin, mengaku terpaksa ikut vaksin.
Seperti halnya Altahira Nabila, mahasiswi semester 7 Fakultas Ilmu Pertanian.
Nabila akhirnya ikut vaksinasi tahap 1 di Gedung Pancasila USU, Rabu (29/1/2021).
Baca juga: Hadir Kegiatan Serbuan Vaksinasi Covid-19, Bobby Nasution Ucap Terimakasih kepada Alumni AKABRI 1996
Menurut Altahira, alasannya ikut vaksin peringatan dari Rektor USU.
"Awalnya enggak mau vaksin, dan orangtua belum ada yang vaksin. Tapi karena kewajiban mahasiswa agar semuanya dipermudah, akhirnya mau tidak mau harus vaksin," ucapnya, Rabu siang.
Diceritakan Altahira, bahwa dirinya datang dari rumah yang berada di Brandan, Kabupaten Langkat hanya untuk vaksinasi saja.
"Saya kesini untuk vaksin saja, mengingat saya mulai hari ini akan sering ke kampus untuk mengurusi skripsi saya secara langsung dengan dosen pembimbing," terangnya.
Menurutnya, bimbingan secara daring membuat Altahira kesulitan dalam memahami revisi tulisan dari dosen.
"Vaksin ini juga biar cepat selesai skripsi, karena kalau tahun ini enggak lulus, orangtua saya akan bayar uang kuliah lagi. Memang selama ini skripsi secara daring, tapi itu menyulitkan," keluhnya.
Baca juga: Detik-detik Ratusan Orang Ngamuk dan Bubarkan Acara Vaksinasi, Petugas Berhamburan Selamatkan Diri
Terkait orangtua mengizinkan apa tidak, dikatakan Altahira bahwa sebetulnya orangtua sedikit keberatan terkait vaksinasi ini.
"Sebenarnya agak berat, tadi karena ada temannya bapak saya yang meninggal habis divaksin. Tapi itu kan menurut cerita orangtua saya. Saya enggak melihat kejadian itu," terangnya.
Sebelum divaksin, Altahira sempat meminum air kelapa dan madu terlebih dahulu.
"Mudah-mudahan aman, karena sebelum vaksin saya sudah minum air kelapa sama madu. Kata bapak itu untuk menetralisir vaksin nanti," terangnya.
Altahira juga menceritakan bahwa usai divaksin dirinya belum merasakan efek apapun seperti yang dikatakan kebanyakan temannya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/vaksinasi-mahasiswi-usu.jpg)