Cerita Mahasiswi USU Ikut Vaksin Lantaran Takut Dipersulit Administrasi saat Kelulusan
Rektor USU, Muryanto Amin melarang mahasiswa masuk kelas jika tidak divaksin. Hal itu dilakukan guna mengantisipasi penularan Covid-19
Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Array A Argus
"Lengan saya enggak kebas. Bawaan lapar juga enggak. Mudah-mudahan tidak ada efek samping yang berbahaya nantinya," paparnya.
Baca juga: Viral Ratusan Nelayan Bubarkan Vaksinasi Hingga Buat Petugas Ketakutan, Ini Alasannya
Berbeda dengan Altahira, Nur Sakinah, mahasiswi semester 6 Fakultas Teknik yang menggunakan tongkat ini tampak bersemangat untuk ikut vaksin.
"Semangat karena bukan hanya kebutuhan untuk KKN saja, tapi orangtua saya, abang, kakak saya sudah vaksin semua sampai tahap 2," ucapnya.
Dikatakan Nur, bahwa dirinya merasa malu apabila belum divaksin.
"Malu kalau ditanya udah vaksin apa belum, kemarin saya mau vaksin di dekat rumah, tapi ternyata dosisnya habis. Ditunggu-tunggu tak kunjung datang, Alhamdulillah malah kampus yang mengadakan vaksinasi," ucapnya.
Baca juga: Satgas Covid-19 Kabupaten Langkat Gelar Rapat, Bahas Percepatan Vaksinasi Covid-19
Disinggung mengenai efek tubuhnya setelah vaksinasi dikatakan Nur bahwa dirinya belum merasakan apapun.
"Seluruh keluarga saya kemarin mengalami tangan kebas dan kelaparan tapi saya tidak. Mudah-mudahan tidak akan terjadi efek apapun," ucapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/vaksinasi-mahasiswi-usu.jpg)