Bubur Pedas Khas Melayu, Kaya Rempah dan Dipercaya Bisa Menghangatkan

Bubur pedas merupakan masakan khas yang berasal dari masyarakat Melayu.

Editor: Ayu Prasandi
HO
Bubur pedas, khas Melayu Sumatera Utara. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN-Sumatera Utara (Sumut) memiliki beragam kuliner.

Entah itu makanan biasa atau kudapan.

Satu di antaranya, Bubur Pedas khas Melayu.

Bubur pedas merupakan masakan khas yang berasal dari masyarakat Melayu.

Baca juga: Air Terjun Aek Martolu, Destinasi Wisata Baru Tapanuli Tengah yang Wajib Dikunjungi

Bubur pedas khas Melayu ini jarang ditemui terutama di daerah-daerah perkotaan.

"Biasanya masyarakat Melayu pesisir membuat bubur pedas ini sebagai hidangan di saat kondisi tubuh sedang tidak sehat.

Selain dari hidangan pada saat acara adat seperti pernikahan," ujar Dosen Sastra Melayu FIB USU, Arie Nasution kepada Tribun Medan, Kamis (30/9/2021).

Lanjutnya, bahan-bahan yang digunakan untuk mengolah kuliner ini, juga cukup mudah didapatkan.

Selain itu, proses pengolahan dan penyajiannya juga terbilang cukup mudah dibuat.

Tambah dosen yang tengah melakukan penelitian mengenai gastronomi (ilmu tentang sajian makanan dan hidangan) Melayu ini, rasa pedas yang dimaksud bukan berarti pedas cabai, namun rasa hangat yang ditimbulkan.

"Namun menghangatkan dari dalam tubuh karena bahan rempahnya. Khasiat dari bubur pedas ini adalah menambah tenaga dan stamina pada saat sakit," katanya.

Baca juga: Pajus Kuliner, Tawarkan Beragam Kuliner Murah Meriah, Ada Live Music Setiap Hari

Adapun bahan-bahan yang dibutuhkan untuk mengolah kuliner ini terdiri dari: ubi kayu 1/2 kg (potong dadu), wortel 1/4 (potong dadu), kentang 1/4 kg (potong dadu), pisang muda tujuh buah (potong dadu), kacang tanah satu ons, beras 1/2 kg, dan jahe satu ruas jari.

Selain itu, udang basah 1/4 kg, serai dua batang, lengkuas satu ruas jari, garam secukupnya, kelapa dua buah (santan kental), bunga lawang, kayu manis secukupnya, daun sop secukupnya dan bawang goreng.

"Jahe satu ruas jari, cabe merah sepuluh batang, bawang merah lima siung, bawang putih satu siung, kunyit secukupnya, ketumbar satu sendok makan dan jintan putih 1/2 sendok makan dihaluskan," ucapnya.

Sambungnya, setelah semua bahan dihaluskan, masak beras dengan air. Setelah mendidih masukan bahan yang sudah dipotong dadu tadi.

Lalu setelah lembut, masukan santan kental, kemudian tumis bumbu yang dihaluskan, serai dan lengkuasnya di geprek. Jangan lupa juga masukan rempah-rempah, seperti bunga lawang dan kayu manis secukupnya.

"Tunggu hingga harum. Setelah harum masukan ke dalam beras yang sudah bercampur dengan sayur tersebut. Kemudian jangan lupa garam secukupnya dan udang, tunggu agak mengering baru masukan pakis," ujarnya.

Baca juga: Menara Pandang Kebun Raya Sipirok, Destinasi Baru di Sumut

Untuk tahap akhir, jika semua bahan sudah matang.

Tuangkan bubur pedas yang masih panas ke dalam mangkuk. Setelah itu, taburkan bawang goreng serta daun sop yang sudah dipotong-potong diatasnya.

Setelah semua proses dilakukan, makanani ini sudah siap untuk disantap.

Untuk menambah kenikmatannya, makan ketika bubur masih hangat-hangat kuku, tidak dingin.

(cr12/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved