TRIBUNWIKI
Mengenal Sejarah Handphone dan Provider di Indonesia
Tidak sampai di situ, perkembangan teknologi alat komunikasi terus meningkat hingga generasi ke-empat atau 4G.
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN-Handphone, mendengar kata yang satu ini tentu sudah tidak asing di telinga masyarakat Indonesia.
Ya, Handphone (Hp) atau telpon seluler merupakan alat komunikasi yang hampir setiap orang di Indonesia saat ini memilikinya.
Tahukah kamu, Hp pada tahun 70-an merupakan alat komunikasi canggih yang hanya dipakai di negara-negara Eropa.
Baca juga: 3 Masakan Suku Karo yang Dimasak Menggunakan Darah
Bagaimana di Indonesia?
Di Indonesia sendiri baru menerapkan kecanggihan teknologi komunikasi tersebut belasan tahun kemudian.
Dilansir dari Kompas, Hp atau telpon seluler masuk di Indonesia sekitar tahun 1984.
Telpon seluler pertama yang dipakai di Indonesia berbasis teknologi Nordic Mobile Telephone (NMT).
Perkembangan teknologi khususnya alat komunikasi ini terus mengalami perubahan.
Pada tahun 1985-1992 ponsel mulai beredar di Indonesia, namun tidak bisa di masukkan ke dalam saku baju atau celana karena bentuknya yang besar dan panjang.
Alat komunikasi ini juga memiliki nerat rata-rata 430gram (hampir setengah kilogram).
Nah untuk harga, ponselnya juga tidak murah,berkisar di atas 10 juta per unit.
Di tahun ini pula baru dikenal dua teknologi seluler yaitu NMT-470, modifikasi NMT-450.
Baca juga: SOSOK Fitri Rahmah, Tanamkan Optimisme dan Pantang Menyerah Hingga Sukses Jadi Pengusaha Kuliner
Tidak sampai di situ, perkembangan alat komunikasi terus mengalami perubahan yang cukup pesat, di akhir 1993 PT Telkom memulai proyek percontohan seluler digital Global System for Mobile (GSM).
Dimulai di dua pulau, yakni Pulau Batam dan Pulau Bintan.
Di tahun 1994 PT Satelit Palapa Indonesia (Satelindo) beroperasi sebagai operator GSM pertama di Indonesia, dengan mengawali kegiatan operasinya di Jakarta dan sekitarnya.
Karena GSM menggunakan kartu SIM, maka hal itu aman dari penggandaan dan penyadapan serta mutu prima dan jangkauan luas.
Pada tahun 1995 proyek Telkom di Batam berlangsung sukses dan di lanjutkan ke provinsi-provinsi di Sumatra dan provinsi lainnya.
Lalu menjadikan Telkomsel pada 26 mei 1995 sebagai operator GSM nasional bersama Satelindo.
Kemudian di Tahun 1996 Telkomsel dengan produk kartu Halo-nya sukses di Medan, Surabaya, Bandung, dan Denpasar, kemudian masuk Jakarta.
Di penghujung tahun 1996 ini pula, PT. Excelcomindo Pratama (Excelcom) berbasis GSM beroperasi di Jakarta sebagai operator GSM ke tiga di Indonesia.
Setelah itu di tahun 1998 Excelcom meluncurkan kartu prabayar Pro-XL yang memberi alternatif bagi konsumen untuk memilih dengan layanan roaming.
Baca juga: Artis Cantik Ini Terus Memantau Kondisi Komedian Tukul Arwana, Terus Berusaha Jenguk Secara Langsung
Satelindo menyusul Telkomsel dan Excelcom dengan meluncurkan kartu prabayar mentari, dengan keunggulan tarif dihitung perdetik, sehingga dalam waktu singkat menjaring lebih 100.00 pelanggan.
Perkembangan teknologi kian berkembang hingga layanan pesan singkat.
Layanan pesan singkat atau SMS mulai diperkenalkan pada tahun 2000.
Hal ini menjadi fenomena di kalangan pengguna ponsel, karena sangat praktis dan murah biayanya.
Di tahun ini pula PT.Indosat dan PT.Telkom mendapat lisensi sebagai operator GSM 1800 nasional.
Layanan seluler kedua BUMN itu kemudian beroperasi pada tanggal 1 Agustus tahun 2001.
Babak baru bertelekomunikasi berlanjut di tahun 2003, yaitu dengan hadirnya Telkom Flexi, yang mengusung teknologi CDMA 2000 1X, kemudian di belakang Flexi ada Esia dari Bakrie Telecom,Fren & Hepi dari Mobile8, Star One dari Indosat, Smart dari Lippo Telecom, dan terakhir Ceria dari Sampoerna Telecom.
Kemudian perkembangan ponsel-ponsel terus masuk ke Indonesia sejalan dengan perkembangan operator-operator seluler.
Kehadiran ponsel di Indonesia dimulai dari generasi kedua,sampai generasi ke empat (yang sekarang banyak beredar di pasaran).
Baca juga: Artis Cantik Ini Terus Memantau Kondisi Komedian Tukul Arwana, Terus Berusaha Jenguk Secara Langsung
Berikut ulasan singkat tentang generasi ponsel tersebut, generasi ke dua atau bisa disebut 2G hadir pada pertengahan 1990-an.
Beroperasi pada jaringan GSM dengan menggunakan frekuensi standar 900 Mhz dan frekuensi 1800 Mhz.
Nah pada generasi ini pula, sinyal analog telah di ubah dengan sinyal digital.
Penggunaan sinyal digital melengkapi ponsel dengan pesan suara, panggilan tunggu dan SMS.
Untuk perkembangan alat komunikasi di generasi ke-tiga atau disebut 3G, semakin canggih.
3G perkembangan dari generasi sebelumnya (2G) dengan menambahkan fiturnya adalah memungkinkan operator jaringan untuk memberi para pengguna ponsel ini memiliki jangkauan yang lebih luas, termasuk internet dan Video call berteknologi tinggi.
Dalam 3G terdapat 3 standar untuk dunia telekomunikasi yaitu Enhance Datarates for GSM Evolution (EDGE), Wideband-CDMA, dan CDMA 2000.
Kelemahan dari generasi 3G ini adalah biaya yang relatif lebih tinggi, dan kurangnya cakupan jaringan karena masih barunya teknologi ini.
Tidak sampai di situ, perkembangan teknologi alat komunikasi terus meningkat hingga generasi ke-empat atau 4G.
Ponsel generai ini juga disebut 4G merupakan sistem ponsel yang menawarkan babak baru dan solusi infrastruktur yang mengintegrasikan teknologi wireless yang telah ada termasuk wireless broadband (WiBro), CDMA, wireless LAN, Bluetooth, dll.Sistem 4G berdasarkan keragaman jaringan IP.
Baca juga: Kisah Sedih Dibalik Tari Gunda-Gundala Suku Karo yang Dipercaya Bisa Memanggil Hujan
Yang mana memungkinkan pengguna untuk menggunakan beragam system kapan saja dan dimana saja.
Tidak hanya itu, 4G juga memberikan penggunanya kecepatan tinggi, volume tinggi, kualitas baik, jangkauan global, dan fleksibilitas utnuk menjelajahi berbagai teknologi berbeda.
Terakhir, 4G memberikan pelayanan pengiriman data cepat untuk mengakomodasi berbagai aplikasi multimedia seperti, video conferencing, game on-line, dan lainnya.
(mft/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ilustrasi-handphone-jadul_20180813_072013.jpg)