Materi Belajar Sekolah
Materi Belajar IPS Kelas 7: Mengenal Bentuk-bentuk Interaksi Sosial
Materi belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Kelas 7 SMP tentang bentuk-bentuk interaksi sosial.
TRIBUN-MEDAN.com - Materi belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Kelas 7 SMP tentang bentuk-bentuk interaksi sosial.
Jika di artikel sebelumnya kita telah membahas mengenai pengertian interaksi sosial, lengkap dengan ciri-ciri dan syarat terjadinya, di artikel kali ini bahasan lebih jauh akan mengarah pada bentuk-bentuk dari interaksi sosial.
Secara umum interaksi sosial dibagi ke dalam dua bentuk, yakni interaksi sosial asosiatif atau yang mengarah pada hal-hal yang mempererat hubungan dan menghasilkan kerjasama, serta interaksi sosial disasosiatif atau yang menciptakan pepecahan.
Interaksi Sosial Asosiatif
Interaksi sosial asosiatif atau yang mempererat hubungan dan menghasilkan kerjasama, dalam hal ini dapat terjadi apabila suatu kelompok yang mempunyai kesamaan pandangan melakukan interaksi untuk mencapai tujuan yang mengarah pada kesatuan.
Interaksi sosial dengan tujuan positif ini meliputi kerjasama, akomodasi (mediasi, koersi, kompromi, arbitrasi dan adjudikasi), asimilasi dan akulturasi.
Kerjasama
Kerjasama adalah suatu usaha yang dilakukan dua orang atau lebih dengan tujuan yang sama dan saling membantu serta mendukung demi tercapainya tujuan yang diinginkan bersama.
Contoh: kerjasama dalam mengerjakan tugas, gotong royong, kerjasama dalam pertandingan sepakbola dan lain-lain.
Adapun berbagai bentuk kerjasama yang biasa kita temui dalam kehidupan sehari-hari adalah bargaining atau proses tawar menawar hingga terjadi kesepatan; joint venture, yakni proses kerjasama untuk menyelesaikan proyek tertentu; koalisi, yakni suatu kerjasama yang dibentuk untuk mencapai tujuan masing-masing dengan cara yang sama; kooptasi, suatu proses kerjasama untuk penerimaan unsur-unsur baru selama kepemimpinan atau pelaksanaan politik tertentu; dan kerukunan, yakni suatu proses untuk mencapai tujuan bersama dengan menghilangkan perbedaan-perbedaan yang ada.
Akomodasi
Akomodasi adalah suatu usaha yang dilakukan untuk menyelesaikan konflik.
Akomodasi dapat dilakukan dengan beberapa cara: mediasi, yaitu akomodasi dengan melibatkan pihak ketiga yang netral; adjudikasi, yaitu akomodasi dengan melibatkan pengadilan; arbitrasi, akomodasi yang melibatkan pihak ketiga yang lebih tinggi kedudukannya; dan kompromi, yaitu akomodasi dengan saling mengurangi tuntutan hingga tercapai kesepatakatan.
Asimilasi
Asimilasi adalah suatu proses sosial yang timbul sebagai akibat kedatangan kebudayaan baru, yang lambat laun akan bercampur dengan kebudayaan asli dan memunculkan kebudayaan lain di dalam masyarakat.
Contoh: kebudayaan memakan mie yang dibawa bangsa Tiongkok ke Indonesia, telah menggeser paradigma masyarakat tentang konsumsi karbohidrat nasi menjadi mie.
Akulturasi
Akulturasi adalah proses sosial yang timbul apabila suatu kelompok masyarakat dihadapkan pada kebudayaan baru yang mereka terima, tetapi tidak ada kebudayaan lain yang muncul karena masyarakat tetap pada kebudayaan masing-masing.
Contoh: Kebudayaan Hindu dan Islam yang bertemu mengakibatkan bangunan gapura atau gerbang mesjid menyerupai bentuk pura, tetapi kebudayaan Islam dan Hindu tidak berubah.
Interaksi Sosial Disosiatif
Berlawanan dengan asosiatif, interaksi sosial yang bersifat disosiatif mengarah pada perpecahan dan dapat terjadi karena adanya perbedaan pendapat atau pandangan dan bersifat oposisi.