2 Pelaku Pengerusakan di Rumah Sakit HKBP Balige Ditangkap, Begini Kondisinya Kini

Polisi meringkus 2 pelaku perusakan yang terjadi di Rumah Sakit HKBP Balige pada hari Minggu (10/10/2021) kemarin.

Tayang:
TRIBUN MEDAN/HO
Pelaku pengerusakan di RS Balige 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Polisi meringkus 2 pelaku perusakan yang terjadi di Rumah Sakit HKBP Balige pada hari Minggu (10/10/2021) kemarin.

Hal itu di ungkapkan Kapolda Sumut, Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak saat di konfirmasi di Mapolda Sumut, Selasa (12/10/2021).

KAPOLSEK Percut Seituan Resmi Dicopot setelah Korban Premanisme malah Dijadikan Tersangka

OKNUM Pejabat yang Diduga Berselingkuh Ditangkap saat Berada di Dalam Mobil

KETUA Ormas di Sergai Ditangkap karena Lakukan Pemerasan, Korban Alami Kerugian hingga Rp 6 Juta

TIGA Pembunuh Bapak Kos Lolos dari Hukuman Seumur Hidup, Keluarga Korban Tidak Terima

2 Pelaku Pengerusakan di Rumah Sakit HKBP Balige Ditangkap, Begini Kondisinya Kini

LESTI Kejora Bongkar Kebiasaan Suami setelah Menikah, Rizky Billar: Orang Pikirannya Kemana-mana

"Alhamdulillah kasus keributan yang terjadi di Rumah Sakit HKBP Balige orang yang terlibat dalam kejadian itu kita bisa tangkap, kita bisa temukan," ujarnya.

Adapun identitas dari kedua pelaku yakni Jasprit Singh dan Trenjit Singh.

Panca menyebutkan, saat ini kedua pelaku tersebut sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Colombia, Kota Medan.

"Bahwa kedua orang yang terlibat dalam perkelahian di rumah sakit HKBP Balige, saat ini sedang berada di Rumah Sakit Colombia," ungkapnya.

Panca menerangkan bahwa kedua pelaku berada di Rumah Sakit Colombia karena mendapat penganiayaan.

"Pada hari Minggu, kedua pelaku ini kembali ke rumah sakit HKBP Balige untuk melakukan perdamaian. Namun dalam perjalanannya kembali terjadi keributan dan kedua orang ini kini dirawat di Rumah Sakit Colombia," terangnya.

PEMBUNUH Hotel Hawai Dijanjikan Uang 300 Ribu sehabis Berhubungan Intim, Habisi Korban Pakai Parang

MENYASAR Pedagang Wanita Dianiaya Preman tapi Jadi Tersangka, Hinca Panjaitan Cecar Kapolda Sumut

BUNTUT Pedagang Sayur Dijadikan Tersangka, Kanit Reskrim Dicopot, Inilah Penggantinya

TERKUAK Motif Mahasiswi Edarkan Narkoba di Kampus USU, Pengakuannya Mengagetkan: Sehari Habis 1 Kg

LUNA Maya dan Ariel Noah Akhirnya Bertemu, Ini Kalimat Pujian Sang Artis yang Bikin Baper

ARTIS Papan Atas Sinetron Ikatan Cinta Tertangkap Basah Lakukan Ini tapi Tetap Panen Pujian

Saat ini petugas dari Ditkrimum Polda Sumut masih melakukan pemeriksaan kepada kedua pelaku terkait peristiwa yang terjadi.

"Saat ini petugas sedang melakukan pendalaman kepada kedua pelaku tersebut," tandasnya.

Video Aksi Koboi Viral, Polisi Langsung Selidiki Kasus Penganiayaan dan Perusakan di RS HKBP Balige

Setelah terjadinya perusakan dan penganiayaan di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit HKBP Balige pada Sabtu (9/10/2021), pihak rumah sakit sampaikan laporan ke Polsek Balige. 

Kapolsek Balige AKP Agus Salim Siagian menjelaskan bahwa laporan yang mereka terima soal pengerusakan dan penganiayaan. 

"Hingga saat ini, laporan adanya penganiayaan dan pengrusakan di Rumah Sakit HKBP Balige sudah kami terima," ujar Kapolsek Balige AKP Agus Salim Siagian saat disambangi di ruangannya pada Selasa (12/10/2021). 

"Kejadian pada hari Sabtu (9/10/2021) sekitar pukul 22.30 WIB di ruang pelayanan kesehatan rumah sakit HKBP Balige," terangnya.

PENGGEREBEKAN KAMPUS USU, Terkuak Asal Muasal Narkoba yang Diedarkan di Kampus USU, Ternyata . . .

DAFTAR Nama Mahasiswa dan Alumni USU yang Diamankan BNN Sumut saat Penggerebekan

VIVO Y33s Dibanderol Rp 3,3 Juta, Dilengkapi Chipset Gaming serta Kapasitas RAM 8 GB

MEMILUKAN, Warung Satu-satunya Tempat Mencari Nafkah Ludes Dilalap Api di Padang Bulan

ZAINAL Silitonga Sempat Ngumpul dengan Teman-temannya Sebelum Ditemukan Tewas Mengenaskan

BAIM Wong Beberkan Kronologi Marahi Bapak Tua yang Minta Uang, Sebut Bahaya Dipepet saat Bawa Anak

Dengan adanya laporan tersebut, pihaknya tengah melakukan penyelidikan atas kejadian tersebut. 

"Proses selidik dan sidik sedang kita lakukan. Kita masih menunggu hasil lebih lanjutlah bagaimana hasil penyelidikan-penyelidikan kita," pungkasnya. 

Untuk memperjelas bagaimana kronologi kejadian, pihak rumah sakit memberikan hasil rekaman CCTV saat peristiwa tersebut terjadi. 

Pemuda yang Serang dan Hancurkan RSU HKBP Balige Ditangkap, Kapolda Sumut Janji Tuntaskan Kasus

Kapolda Sumut, Irjen RZ Panca Putra Simanjuntak mengatakan pihaknya sudah menangkap dua dari sejumlah pemuda yang menyerang dan merusak RSU HKBP Balige.

Menurut Panca, kedua pelaku adalah Taren Sing dan Jasprit Sing.

Jendral bintang dua ini mengatakan, keduanya merusak dan mengintimidasi tenaga kesehatan di RSU HKBP Balige karena merasa tidak puas dengan pelayanan rumah sakit.

Saat itu, keduanya tengah menjenguk keponakannya bernama Sanjay yang mengalami kecelakaan lalu lintas pada Minggu (10/10/10).

"Mereka bermohon kepada pihak rumah sakit, yaitu dokter untuk segera dilakukan penanganan. Dan oleh tim dokter telah melakukan penanganan berupa melakukan pembersihan terhadap luka dan sudah jahit," kata Panca, Rabu (13/10/2021).

Panca mengungkapkan, pihak rumah sakit kemudian meminta KTP dan surat vaksin sebagai syarat administrasi agar pasien dapat ditangani lebih lanjut.

Namun kedua pemuda itu mendesak agar dilakukan pengobatan terhadap saudaranya tersebut.

"Tiba-tiba kedua pelaku melakukan pengerusakan di meja resepsionis RSUD. Kemudian terjadi aksi saling pukul saat satpam mencoba mengamankan kedua pelaku," katanya.

Akibat kejadian ini, Sanjay yang sempat dirawat di RSU HKBP Balige kemudian dibawa keluarganya ke RS Mitra Sejati.

Panca menerangkan, Tim Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumut bersama Polres Toba akan menuntaskan kasus ini. 

"Saat ini penyidik masih melakukan pemeriksaan untuk mendapatkan keterangan dari kedua pelaku yang tengah menjalani perawatan di RS Columbia," terangnya.

Sementara itu, Winda mewakili keluarga kedua pelaku menyampaikan permohonan maaf atas keributan yang terjadi di RSU HKBP Balige tersebut.

"Saya mohon maaf. Kami keluarga menyerahkan semua penaganan kasusnya kepada pihak kepolisian," katanya.

REKAMAN CCTV Penyerangan RSU HKBP Balige, Direktur: Pemuda Datang dengan Aroma Alkohol

Rekaman CCTV pernyerangan dokter dan tenaga kesehatan RSU HKBP Balige beredar di kalangan awak media.

Dikonfirmasi jurnalis Plt Direktur RSU HKBP membernarkan peristiwa tersebut pada 11 Oktober 2021.

Ia menjelaskan awalnya sekelompok pemuda cekcok karena merasa tidak mendapat penanganan cepat, padahal dokter dan tenaga kesehatan sudah melakukan pemeriksaan.

“Pada saat nakes (tenaga kesehatan) kami, dokter kami yang berada di IGD sudah melakukan penanganan pertama. Apa yang menyebabkan kejadian ini? saat pemuda ini datang, langsung menanyakan tanpa melihat apa yang sudah kita kerjakan, mempertanyakan bahwa sepertinya kita tidak melakukan pelayanan yang baik,” ujar Plt Direktur RS HKBP Balige dr Benny Sinaga .

“Keadaan pasien ini adalah tidak sadar dan gelisah. Memang, dalam kegelisahan pasien ini sangat lazim bagi pasien-pasien yang cedera pada kepala dan kita sudah melaksanakan therapy-therapy supportif untuk pasien hingga kondisi pasien stabil,” sambungnya.

Setelah melakukan penanganan pertama, sekelompok pria tersebut menanyai seputar kinerja rumah sakit dalam penanganan pasien tersebut.

“Dokter di sana pun harus mengetahui identitas pasien agar para dokter bisa melakukan pemeriksaan penunjang. Tapi, terjadi perundingan-perundingan yang menyebabkan keributan dan kelompok pemuda ini langsung melakukan anarkis dan merasa tidak puas,” terangnya.

Ia juga menegaskan bahwa pasien tersebut mengeluarkan aroma alkhohol.

“Pada saat pemeriksaan fisik, kita pelajari kronologisnya, pasien itu berbau alkhohol. Dan ini tercantum pada kronologi. Tentunya, kami pun melihat kondisi pasien dalam keadaan tak sadar,” terangnya.

Akibat tindakan anarkis sekelompok pria tersebut, fasilitas rumah sakit mengalami rumah sakit.

“Sekelompok pemuda itu ada sekitar 4 hingga 5 orang datang secara tiba-tiba. Fasilitas rumah sakit yang rusak adalah pembatas komunikasi antara dokter dengan pasien, itu yang terlempar dan tergeletak di lantai,” terangnya.

“Ada juga buku yang dilempar ke dokter. Pada saat kejadian itu, karena kami merasa bahwa hal itu anarkis, maka kami langsung melaporkan ke polisi secara lisan. Kami segera melaporkan ke polisi dan secara tertulis, kami juga harus menyurati polisi supaya masalah ini jangan berkembang,” sambungnya.

Dengan demikian, pihaknya akan menyerahkan kepada pihak berwenang.

“Biarlah kami serahkan ini kepada pihak polisi. Rumah sakit ini adalah pelayanan publik, semua yang terjadi di sini, tindakan yang sifatnya anarkis tentukan akan kami serahkan semua ke bagian pihak yang berwajib,” terangnya.

“Biarlah hukum yang berbicara. Kami akan menyurati kepolisian dan bagian hukum yang menanganinya,” pungkasnya.

(*/Tribun Medan)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved