Materi Belajar Sekolah
Materi Belajar Bahasa Indonesia: Ciri-ciri Kalimat Imperatif dan Contohnya
Kalimat imperatif adalah kalimat yang bermakna intonasi untuk menyatakan perintah atau larangan.
Memberi komando, contohnya: Kelompok 7 pergilah ke arah selatan! Seranglah dari arah timur!
Memberi larangan, contohnya: Jangan bekerja selagi beristirahat! Jangan sampai kalian ditangkap.
Memberi ajakan, contohnya: Mari, Pak, dicicipi soto buatan istri saya. Ayo, kita patuhi PSBB!
Memberi tuntutan, contohnya: Bertanggung jawablah atas perbuatan yang selama ini Anda lakukan!
Bayarlah utang Anda malam ini.
Memberi isyarat, contohnya: Agar kondisinya membaik, Anda bisa pergi sekarang.
Tak usah malu-malu, anggap saja sudah pernah datang.
Memberikan pembiaran, contohnya: Biarkan dia sendiri untuk menenangkan diri
Ciri-Ciri Kalimat Imperatif
Seperti jenis kalimat lainnya, kalimat imperatif juga memiliki ciri sebagai berikut.
Jika didengar dari bunyinya, kalimat imperatif bernada tinggi atau keras di awal dan sebaliknya di bagian akhir.
Kalimat imperatif bersifat memaksa. Makna pemaksaan dalam kalimat imperatif mengandung dua makna: pemaksaaan agar suatu perbuatan dilakukan atau segera dilakukan dan pemaksaan yang hanya membutuhkan balasan berupa afirmasi.
Contohnya: Kirimkan surel secepatnya! Baik, akan saya kirimkan. Lakukan dengan cermat, dangan jangan buat orang tuamu kecewa. Baik, saya akan lakukan yang terbaik.
Dua contoh kalimat tersebut dijawab dengan jawaban afirmasi, yaitu “Baik”.
Kalimat imperatif berpola diawali predikat terlebih dulu lalu diikuti dengan subjek. Pola ini disebut dengan pola inversi.
Kalimat imperatif pada umumnya berakhiran –lah atau –kan . Kedua akhiran ini berfungsi untuk memberi tekanan atau menyuguhkan.
Jenis-Jenis Kalimat Imperatif
Kalimat imperatif memiliki bermacam-macam jenis, antara lain
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ilustrasi-bahasa-indonesia.jpg)