Materi Belajar Sekolah
Materi Belajar Bahasa Indonesia: Ciri-ciri Kalimat Imperatif dan Contohnya
Kalimat imperatif adalah kalimat yang bermakna intonasi untuk menyatakan perintah atau larangan.
1. Kalimat Imperatif Transitif
Ciri dari kalimat imperatif ini terletak pada kata kerjanya yang bersifat transitif atau membutuhkan objek. Contohnya:
Ubahlah sikapmu jika bertemu dengan kakak tingkat!
Ambil semua makanan di kulkas sekarang juga!
Ceritkan segala hal yang Anda ketahui tentang kebohongan dia!
2. Kalimat Imperatif Intransitif
Kebalikan dengan kalimat transitif, kalimat intransitif menggunakan kata kerja yang tidak membutuhkan objek sebagai kata selanjutnya. Contohnya:
Keluarlah dari rumahmu!
Pergilah ke rumah sakit sekarang!
Ayo segera pulang!
Semuanya segera berbaris dan buat tiga banjar!
3. Kalimat Imperatif Halus
Jenis kalimat imperatif ini menggunakan kosakata yang bermakna halus untuk memberikan perintah, larangan, ataupun ajakan.
Biasanya, kosakata yang digunakan, antara lain, tolong, maaf, silakan, dan cobalah. Contohnya:
Tolong, jangan mengganghu warga sekitar.
Maaf, cepat masukkan buku itu ke dalam tas!
Silakan, Anda melamar pekerjaan di tempat lain!
Cobalah untuk mengerti situasi sulit ini!
4. Kalimat Imperatif Larangan
Kalimat imperatif ini mengandung makna untuk membatasi atau menghalangi orang lain untuk berbuat sesuatu dan biasanya menggunakan kata jangan atau dilarang. Contohnya:
Jangan pernah Anda lakukan hal itu lagi!
Dilarang berisik di sini!
Jangan coba-coba campuri urusan saya!
5. Kalimat Imperatif Permintaan
Kalimat imperatif ini menggunakan kosakata yang mengandung makna meminta atau memohon. Contohnya:
Saya minta Anda mengembalikan buku penting itu ke teman saya besok!
Mohon dengarkan nasihat ini baik-baik.
Berdoalah sebelum memasuki kamar mandi.
Tunggulah hingga aku yang menjemputmu untuk pulang.
6. Kalimat Imperatif Ajakan untuk Berharap
Kalimat imperatif ini mengandung makna ajakan atau harapan, yang biasanya terdapat kata ayo(lah), mari(lah), hendakanya, dsb. Contohnya:
Mari kita berdoa dengan kepercayaan dan keyakinan masing-masing.
Hendaknya dahulukan kewajiban daripada hak!
Ayo, kita sukseskan Pilkada 2020!
7. Kalimat Imperatif Pembiaran
Kalimat imperatif ini tidak melarang seseorang untuk melakukan sesuatu, sebaliknya, mengandung makna pembiaran agar perbuatan atau aktivitas tetap dilakukan. Biasanya, kata-kata yang digunakan berupa biarkan-(lah) dan biar-(lah). Contohnya:
Biarlah dia mengejar cita-citanya untuk menjadi dokter!
Biarkanlah dia menangis semalaman agar sadar atas perbuatannya.
(*/tribun-medan.com)
Baca juga: Materi Belajar Ekonomi Siswa: Pengertian Impor dan Manfaatnya
Baca juga: Materi Belajar Ekonomi SMP: Pengertian Ekspor dan Manfaatnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ilustrasi-bahasa-indonesia.jpg)