Materi Belajar Sekolah
Materi Belajar Sejarah: Penyebab Perang Padri di Tiga Periode & Runtuhnya Benteng Bonjol
Perang Padri adalah salah satu perlawanan rakyat pada masa kolonialisme Belanda di Indonesia pada abad ke-19.
TRIBUN-MEDAN.com - Materi belajar sejarah kali ini tentang penyebab terjadinya Perang Padri dalam tiga periode.
Kisah Perang Padri menjadi catatan sejarah Bangsa Indonesia melakukan perlawanan terhadap penjajah.
Bila menyinggung dengan Perang Padri tentu langsung mengingat sosok Tuanku Imam Bonjol sebagai pimpinan perang.
Perang Padri adalah salah satu perlawanan rakyat pada masa kolonialisme Belanda di Indonesia pada abad ke-19.
Di mana perang ini berawal dari adanya dua kelompok yang berkonflik, yang kemudian berkobar menjadi pertempuran melawan kolonial Belanda.
Kekacauan ini berlangsung mulai dari tahun 1803 dengan pulangnya tiga orang haji dari Mekkah, baru berakhir pada tahun 1838.
Bersama dengan Perang Jawa (1825-1830), Perang Padri menjadi salah satu peperangan yang menghabiskan anggaran pemerintah akibat sangat berlarut-larut.
Sampai dengan tahun 1833, konflik ini dianggap hanya kekacauan antara dua kelompok masyarakat.
Namun, setelah itu kedua pihak berbalik melawan Belanda, meskipun pada akhirnya mengalami kekalahan.
Latar Belakang
Ketika orang-orang Minangkabau mulai memeluk agama Islam sekitar abad ke-16, tumbuh dua adat yang berdampingan.
Adat lama Minang serta adat Syara’ atau adat baru yang kental dengan ajaran agama Islam.
Tidak pernah ada permasalahan dalam kehidupan mereka, karena dapat saling hidup dengan satu sama lain.
Masyarakat Minangkabau dipimpin oleh raja yang berkedudukan di Pagarruyung.
Meski begitu, pemimpin di Pagarruyung tidak termasuk dari dua belas suku Minangkabau.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/peristiwa-perang-padri.jpg)