Breaking News:

Materi Belajar Sekolah

Materi Belajar Sejarah: Penyebab Perang Padri di Tiga Periode & Runtuhnya Benteng Bonjol

Perang Padri adalah salah satu perlawanan rakyat pada masa kolonialisme Belanda di Indonesia pada abad ke-19.

Ist
Tuanku Imam Bonjol dalam Perang Padri 

Upaya itu harus direalisasikan meskipun dengan jalan kekerasan. Pada tahun 1803, tiga orang haji pulang dari Mekkah.

Baca juga: Materi Belajar Sejarah: Hasil Kongres Pemuda 1 dan M. Yamin Pencetus Ide Pembentukan Bahasa

Baca juga: Materi Belajar Sejarah: Penyebab Terjadinya Perang Dunia 1, Negara yang Terlibat, dan Wabah Flu

Haji Miskin, Haji Sumanik, dan Haji Piobang yang telah menyaksikan gerakan Wahhabisme di Arab berupaya untuk membersihkan kebiasaan-kebiasaan yang bertentangan dengan Islam di Minangkabau.

Haji Miskin membakar tempat sabung ayam di Pandai Sikat, hal ini menyebabkan kemarahan masyarakat.

Ia melarikan diri ke Kota Lawas dan dilindungi Tuanku Mensiangan. Haji Miskin kemudian mendatangi Tuanku nan Renceh dan membentuk Harimau Salapan atau delapan ulama untuk melawan kaum adat.

Kronologi Perang Padri

1. Periode Pertama (1815-1825)
Pembentukan Harimau Salapan mendapatkan respons dari kaum adat yang semakin keras menolak untuk menerima ide Islam dan mempertahankan apa yang menjadi kebiasaan mereka.

Sementara tidak sedikit pula pembesar-pembesar yang menerima ide-ide Padri, sehingga eskalasi gerakan menjadi semakin besar dan tidak terkendali.

Puncaknya, Kaum Padri dipimpin Tuanku Pasaman menyerbu Pagarruyung pada tahun 1815 dan menyebabkan Sultan Arifin Muningsyah harus menyingkir dari wilayah tersebut.

Pada tahun 1821, kaum adat meminta bantuan kepada Inggris namun pada saat itu Stamford Raffles telah mengincar pembukaan pelabuhan di Tumasik yang dikuasai Belanda.

Sehingga arah bantuan ini diubah kepada Belanda.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved