MEDAN Panas Menyengat, Suhu Capai 35,5 Derajat Celcius, Begini Penjelasan BMKG

Penyebab suhu udara panas menyengat yang melanda Kota Medan sekitarnya, dikarenakan adanya angin baratan yang membawa massa udara kering.

Tayang:
Ilustrasi 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Suhu udara di Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut) begitu terasa menyengat.

Bahkan kondisi suhu yang terasa menyengat berlangsung beberapa hari belakangan ini.

KAPOLSEK Percut Seituan Resmi Dicopot setelah Korban Premanisme malah Dijadikan Tersangka

OKNUM Pejabat yang Diduga Berselingkuh Ditangkap saat Berada di Dalam Mobil

KETUA Ormas di Sergai Ditangkap karena Lakukan Pemerasan, Korban Alami Kerugian hingga Rp 6 Juta

TIGA Pembunuh Bapak Kos Lolos dari Hukuman Seumur Hidup, Keluarga Korban Tidak Terima

2 Pelaku Pengerusakan di Rumah Sakit HKBP Balige Ditangkap, Begini Kondisinya Kini

LESTI Kejora Bongkar Kebiasaan Suami setelah Menikah, Rizky Billar: Orang Pikirannya Kemana-mana

Tak hanya di siang hari, bahkan di malam hari kondisi suhu di Kota Medan terasa gerah.

Terkait hal tersebut, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan menyampaikan, suhu udara maksimum di wilayah Sumatera Utara (Sumut), pada beberapa hari lalu mencapai 36,3 derajat celcius.

"Suhu udara hari ini maksimum 35,5 derajat celcius. Kemarin, terdeteksi 36,3 derajat celcius" ujar Prakirawan BMKG Medan, Lestari I. Purba, Kamis (14/10/2021).

PEMBUNUH Hotel Hawai Dijanjikan Uang 300 Ribu sehabis Berhubungan Intim, Habisi Korban Pakai Parang

MENYASAR Pedagang Wanita Dianiaya Preman tapi Jadi Tersangka, Hinca Panjaitan Cecar Kapolda Sumut

BUNTUT Pedagang Sayur Dijadikan Tersangka, Kanit Reskrim Dicopot, Inilah Penggantinya

TERKUAK Motif Mahasiswi Edarkan Narkoba di Kampus USU, Pengakuannya Mengagetkan: Sehari Habis 1 Kg

LUNA Maya dan Ariel Noah Akhirnya Bertemu, Ini Kalimat Pujian Sang Artis yang Bikin Baper

ARTIS Papan Atas Sinetron Ikatan Cinta Tertangkap Basah Lakukan Ini tapi Tetap Panen Pujian

Lanjut Purba, untuk penyebab suhu udara panas menyengat yang melanda Kota Medan sekitarnya, dikarenakan adanya angin baratan yang membawa massa udara kering ke wilayah Sumut.

"Kedua kita memang ada gangguan typhoon di laut Filipina, itu menarik massa udara basah kita, sehingga kita kondisi mengalami kondisi lebih kering," ungkap Lestari.

Dalam kondisi ini, BMKG menyebutkan juga terjadi di beberapa wilayah lainnya di Sumut.

Dan kondisi ini diperkirakan masih terjadi hingga beberapa hari kedepan

"Kita memperkirakan terjadi hingga tiga hari ke depan, cuaca umumnya cerah berawan," jelasnya.

Tak hanya itu, beberapa hotspot atau titik api juga terdeteksi di tujuh wilayah di Sumatera Utara.

Untuk itu, BMKG mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar yang dapat
menyebabkan kebakaran hutan dan asap.

PENGGEREBEKAN KAMPUS USU, Terkuak Asal Muasal Narkoba yang Diedarkan di Kampus USU, Ternyata . . .

DAFTAR Nama Mahasiswa dan Alumni USU yang Diamankan BNN Sumut saat Penggerebekan

VIVO Y33s Dibanderol Rp 3,3 Juta, Dilengkapi Chipset Gaming serta Kapasitas RAM 8 GB

MEMILUKAN, Warung Satu-satunya Tempat Mencari Nafkah Ludes Dilalap Api di Padang Bulan

ZAINAL Silitonga Sempat Ngumpul dengan Teman-temannya Sebelum Ditemukan Tewas Mengenaskan

BAIM Wong Beberkan Kronologi Marahi Bapak Tua yang Minta Uang, Sebut Bahaya Dipepet saat Bawa Anak

"Selain itu juga perbanyak minum air putih, dan sebisa mungkin kurangi beraktivitas di luar ruangan. Kalau pun beraktivitas di luar ruangan usahakan bawa payung biar," kata Purba.

BMKG juga memperkirakan pada sore hingga malam hari berpotensi terjadi hujan ringan hingga sedang di beberapa wilayah seperti Madina, Langkat, Medan, Binjai, Sergai, Deliserdang, Labura, Labusel.

Asahan, Labuhanbatu, Palas, Paluta, Humbahas, Simalungun, Karo, Dairi, Pakpak Bharat, Tapteng, Taput, Tapsel, Toba, Samosir.

(mft/TRIBUN-MEDAN.COM)

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari tribun-medan.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tribun Medan Update",  caranya klik link https://t.me/tribunmedanupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved