Materi Belajar Sekolah

Materi Belajar Sejarah: Perseteruan Blok Poros dan Blok Sekutu Pada Perang Dunia 2

Perang Dunia 2 berlangsung mulai dari tahun 1939 sampai dengan tahun 1945. Pihak-pihak yang bertempur di dalamnya terbagi dalam dua blok.

(AFP PHOTO/STR)
Pasukan Inggris mengambil posisi di pantai Sword selama D-Day 06 Juni 1944 setelah pasukan Sekutu menyerbu pantai Normandia. D-Day, 06 Juni 1944 masih merupakan salah satu pertempuran paling memilukan dan konsekuensial di dunia, karena pendaratan Sekutu di Normandia menyebabkan pembebasan Prancis yang menandai titik balik di teater Barat Perang Dunia II. 

Serbuan perdana Jerman ke Polandia September 1939 memporak-porandakan negara kecil di sekitarnya. Hal ini juga terjadi karena Soviet yang netral pada saat itu menduduki Lituania, Polandia, dan negara-negara Baltik sebagai bentuk “bantuan bersama”.

Soviet kemudian dikeluarkan dari Liga Bangsa-Bangsa, membangun keamanan front timur. Jerman melanjutkan invasi ke Denmark dan Norwegia pada April 1940, dan meneken perjanjian dagang dengan Soviet untuk memperoleh bahan baku pasca diblokade oleh Inggris dan Perancis.

Pada Bulan Mei, Jerman dibantu Italia menyerbu Perancis, Belgia, Belanda, dan Luksemburg. Dalam beberapa minggu seluruhnya menyerah melawan taktik Blitzkrieg. Pada bulan Juni, tentara Britania dan Perancis terpaksa melarikan diri dalam Peristiwa Dunkirk yang pada dasarnya juga merupakan kegagalan Jerman membasmi seluruh tentara Inggris yang ada di Eropa Daratan.

Jerman memulai supremasi udara melalui Luftwaffe dengan membombardir Kepulauan Britania, sementara Italia memulai operasi di wilayah Mediterania untuk menguasai Yunani dan Afrika Utara.

Pada November 1940 anggota blok poros bertambah seiring meningkatnya ketegangan antara Jerman dan Soviet, sehingga Blok Poros mau tidak mau mempersiapkan skenario terbukanya front timur Eropa.

Mendekati pertengahan tahun 1941, armada Jerman dan Italia telah menduduki Libya dan Mesir menuju ke Timur Tengah. Bersamaan dengan berhentinya kampanye Luftwaffe di Britania.

Bulan Juni 1941, poros timur pecah setelah Jerman melancarkan Operasi Barbarossa menginvasi Soviet. Poros mampu mengungguli tentara merah dan mendorongnya sampai ke Kota Stalingrad, tepi Sungai Volga.

Di sisi lain kondisi ini menyebabkan perhatian poros terpecah menjadi tiga bagian, sehingga Inggris mulai merencanakan pendaratan ke Eropa Daratan.

Tahun 1942 menjadi titik balik kebangkitan sekutu di Eropa. Bergabungnya Amerika Serikat, berbaliknya kondisi di front timur pasca kegagalan penaklukan Stalingrad, dan serangan balik di Afrika menunjukkan bahwa peperangan beralih ke tangan sekutu.

Sepanjang tahun 1943-1944 pasukan sekutu perlahan mendekat. Penyerbuan ke Italia dimulai, sementara Soviet berhasil mendobrak hingga ke Rumania. Tanggal 6 Juni 1944, sekutu berhasil mendaratkan pasukan dalam jumlah besar di Normandia, Perancis untuk membuka kembali front barat dan menghancurkan konsentrasi poros.

Sekutu terus menekan dari barat, timur, dan selatan sampai akhirnya bertemu di Sungai Elbe pada 25 April. Poros Eropa dinyatakan kalah setelah Reichstag direbut pada tanggal 30 April 1945.

B. Wilayah Asia

Pertempuran di wilayah Asia Timur pada dasarnya telah dimulai sejak Jepang menginvasi Cina pada tahun 1937. Di wilayah ini, Jepang nyaris tanpa perlawanan sehingga dalam Pakta Tripartit Jepang bertugas untuk menaklukkan wilayah Asia.

Terutama untuk menaklukkan koloni-koloni Eropa dan mencegah Amerika Serikat terlibat jauh di front Eropa. Pasca bergabung dalam Blok Poros, Jepang mempersiapkan diri untuk merebut wilayah Indocina dan Hindia Timur untuk memperoleh bahan baku akibat diembargo oleh Amerika Serikat.

Untuk mengamankan kepentingan ini, Jepang berupaya mematikan armada Amerika Serikat dan sekutu secara bersamaan di Pearl Harbor, Thailand, Malaya, dan Hongkong. Jepang dalam waktu kurang dari enam bulan sejak serangan ke Hawaii telah menguasai Burma, Thailand, Singapura, Malaya, dan Hindia Timur. Jepang juga memenangkan pengaruh di Filipina dan Australia Utara untuk mencegah serangan balik dari Sekutu.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved