Materi Belajar Sekolah

Materi Belajar Biologi: Mengenal Alat dan Sistem Pencernaan Pada Manusia

Makanan yang kita makan mengandung berbagai macam nutrisi yang digunakan untuk membangun jaringan baru dan memperbaiki jaringan yang rusak.

Ist
Mengenal sistem pencernaan pada manusia 

TRIBUN-MEDAN.com - Sistem pencernaan manusia berkontribusi terhadap homeostasis dalam proses penghancuran makanan menjadi bentuk yang lebih sederhana sehingga mudah diserap dan digunakan oleh sel tubuh.

Selain itu juga, terjadi penyerapan air, vitamin, mineral, dan mengeluarkan sisa hasil pencernaan dari dalam tubuh.

Makanan yang kita makan mengandung berbagai macam nutrisi yang digunakan untuk membangun jaringan baru dan memperbaiki jaringan yang rusak.

Makanan merupakan sumber energi kimia yang penting bagi tubuh. Sebagian besar makanan terdiri dari molekul besar yang sulit dicerna oleh sel tubuh, sehingga harus dilumatkan menjadi bagian yang lebih kecil melalui proses pencernaan.

Proses Pencernaan pada Manusia
Proses yang terjadi dalam sistem pencernaan manusia diantaranya:

Baca juga: Materi Belajar Geografi: Faktor-faktor Terjadi Erosi dan Perbedaan Erosi dengan Pelapukan

Baca juga: Materi Belajar Geografi: Struktur Lapisan Bumi dan Komponen Penyusunnya

Ingesti => makanan dan cairan masuk ke dalam mulut
Sekresi => pelepasan air, enzim, ke dalam saluran pencernaan
Motilitas => gerakan dinding saluran penceraan berupa mendorong dan mencampur makanan yang sudah dilumatkan sebelumnya
Absorpsi => proses penyerapan air, elektrolit, vitamin, dan hasil pencernaan ke dalam darah dan limfe
Defekasi => pembuangan zat sisa hasil pencernaan yang tidak dibutuhkan lagi

Organ pada Saluran Pencernaan

1. Rongga Mulut
Rongga mulut memiliki beberapa struktur aksesoris, seperti:

Bibir => memiliki fungsi mengambil, mengarahkan, dan menampung makanan di dalam mulut
Palatum => pemisah antara mulut dan saluran hidung
Lidah => terdiri atas otot-otot volunter yang dapat digerakkan secara sadar, membantu proses mengunyah dan menelan serta memiliki papila sebagai indra pengecapan
Gigi => memiliki fungsi untuk mengunyah, memotong, dan mengoyak makanan
Kelenjar saliva => memiliki fungsi mensekresi saliva melalui kelenjar saliva mayor terdiri dari kelenjar parotid, kelenjar sublingual, dan kelenjar submandibular.

2. Faring
Persimpangan antara saluran pencernaan dan saluran pernapasan
Terdiri dari nasofaring, orofaring, laringofaring. Walaupun nasofaring tidak terlibat dalam proses pencernaan
Berfungsi untuk menyalurkan makanan dari mulut menuju esofagus
Hanya proses mekanik saja yang terjadi pada organ penyusun sistem pencernaan manusia ini, berikut uraiannya:

3. Esofagus
Berupa tabung, panjangnya sekitar 9-10 inchi dengan diamter ±1 inchi
Berfungsi untuk menggerakkan bolus (makanan yang sudah dikunyah) dari faring ke lambung denga gerakan peristaltis

4. Lambung
Terletak di superior kiri rongga abdomen
Dibagi menjadi 4 bagian, yaitu cardia (daerah yang membuka ke arah esofagus), fundus (bagian yang menonjol ke atas), korpus/badan (bagian tengah, di bawah fundus), dan pilorus (bagian inferior yang menyempit dan membuka ke arah usus halus)

5. Usus Halus
Membentang dari sfingter pilorus hingga katur ileosekal (tempat pertemuan antara usus halus dan usus besar)
Memiliki diameter sekitar 2,5 cm dan panjangnya 3-5 meter saat bekerja
Terbagi menjadi duodenum (merupakan bagian paling pendek sektar 25 cm merupakan tempat bermuaranya duktus empedu dan duktus pankreas); jejunum (panjangnya sekitar 1-1,5 meter); ileum panjangnya sekitar 2-2,5 meter)
Secara garis besar, fungsi usus halus diantaranya sebagai berikut:
Merupakan akhir dari proses pencernaan manusia dengan dibantu oleh enzim usus halus, enzim dari pankreas, dan empedu
Absorpsi nutrien dari makanan dimana dinding usus galus memiliki vili yang mengandung pembuluh darah sehingga nutrisi yang sudah diserap kemudian akan dialirkan bersama darah.

6. Usus Besar
Terletak di rongga abdomen membentang antara ileosekal dan anus
Diameter sekitar 6,5 cm, panjang sekitar 1,5m
Berisis zat-zat dari makanan yang tidak tercerna
Tidak memiliki vili
Otot longitudinal pada usus besar membentuk struktur kantung-kantung besar di sepanjang usus besar yang disebut dengan haustra

Usus besar dibagi menjadi 4 bagian, yaitu sekum, apendiks, kolon, dan rektum

Sekum : kantung tertutup yang berada di bawah katup ileosekal
Apendiks : tabung buntu dan sempit yang menonjol dari sekum berisi jaringan limfoid
Kolon : bagian usus besar yang membentang dari sekum hingga rektum. Kolon dibagi lagi menjadi 3 bagian yaitu kolon asenden (naik), kolon transversa (mendatar), dan kolon desenden (menurun).
Rektum : panang sektar 12-13 cm. Rektum berujung pada saluran anal dan membuka di anus

(*/tribun-medan.com)

Baca juga: Materi Belajar Biologi: Fungsi, Macam-macam, dan Susunan Sistem Saraf Pada Manusia

Baca juga: Materi Belajar Sosiologi: Perbedaan dan Ciri-ciri Negara Maju dan Berkembang dan Contohnya

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari tribun-medan.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tribun Medan Update", caranya klik link https://t.me/tribunmedanupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved