TRIBUNWIKI
SOSOK Ariel NOAH, Berasal dari Pangkalan Brandan, Kini Sukses Jadi Musisi
Karena berprofesi sebagai pegawai lapangan, sang ayah bekerja di lokasi yang berpindah-pindah. Tinggal di Pangkalan
Penulis: Satia | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN.COM, PANGKALANBRANDAN- Nazril Irham atau lebih populer dikenal dengan nama Ariel Noah, lahir 16 September 1981, Kecamatan Pangkalan Brandan, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara.
Dilansir dari Wikipedia, Ariel lahir dari pasangan Nazmul Irphan dan Darlina Darwis yang berasal dari Minangkabau. Ia merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara.
Baca juga: Oknum Polisi yang Didakwa Jual Sabu Tangkapan Minta Dibebaskan Hakim Karena Alasan Ini
Ayahnya yang bekerja sebagai pegawai lapangan di perusahaan minyak Pertamina berasal dari Bonjol. Sedangkan ibunya berasal dari Padang, Sumatera Barat.
Karena berprofesi sebagai pegawai lapangan, sang ayah bekerja di lokasi yang berpindah-pindah. Tinggal di Pangkalan
Brandan beberapa bulan, Ariel kecil dan keluarga harus pindah ke Langsa di Aceh. Di Kota Langsa, Ariel kecil mulai menuntut ilmu di Taman Kanak-Kanak (TK), yaitu di TK Bungong Seulanga (sejak tahun 2014 menjadi TK Kartika Jaya XIV-5 Kota Langsa).
Di kota ini Ariel tinggal di perumahan BTN Asamera. Setelah tinggal di Langsa selama 7 tahun, Ariel sekeluarga pindah ke Bandung.
Kemudian, Ariel bersekolah di SMP Negeri 14 Bandung. Kebiasaan Ariel bernyanyi di Warung Bu Susi, dekat sekolahnya, ternyata membawa perubahan dalam karier bermusiknya. Sejak kelas I SMP, Ariel telah intens membentuk grup musik.
Grup musik pertama yang dibentuknya bernama Peppermint. Namun grup musik tersebut hanya bertahan tujuh bulan.
Lantas ia membuat grup musik lagi bernama Sliver, lalu kemudian Cholesterol dengan Uki, Qibil dan Erick, serta Topi bersama Uki, Afrian, Abel, Ari, dan Andika pada tahun 1997.
Lagi-lagi semuanya bubar di tengah jalan.
Tapi grup musik yang disebut terakhir, lumayan berjasa untuk kariernya.
Pada 1 September 2000, beberapa orang yang tergabung di Topi –termasuk Ariel– sepakat membentuk grup musik baru bernama Peterpan dengan formasi baru yaitu Ariel, Uki, Lukman, Reza, Andika dan Indra.
Baca juga: Pemandian Rudang Mayang, Lokasi Wisata di Langkat yang Tawarkan Keindahan Alam dan Kesejukan Air
Bersama Peterpan, Ariel berupaya menembus kafe-kafe top di Bandung. Penampilan Peterpan di kafe Sapu Lidi yang atraktif plus vokal Ariel yang berkarakter diam-diam menarik minat Noey Jeje– bassist Java Jive yang belakangan jadi produser– untuk memasukkan lagu mereka dalam album kompilasi Kisah 2002 Malam.
Lagu Mimpi Yang Sempurna yang termuat di album kompilasi itu sukses jadi modal Peterpan untuk menembus industri rekaman.
Tahun 2003, Peterpan merilis album Taman Langit. Album ini meledak. Salah satu faktor yang mendukung larisnya album ini adalah vokal Ariel dan kemampuannya mengolah lirik.