Breaking News

6 Contoh Penulisan Daftar Riwayat Hidup Bisa Jadi Refrensi Melamar Pekerjaan dan Cepat Dipanggil HRD

Berikut 6 contoh daftar riwayat hidup yang bisa menjadi refrensi Anda.  Daftar riwayat hidup atau lebih dikenal dengan Criculum Vitae dibutuhkan.

Ist
Cara membuat CV 

2. Pendidikan

Unsur kedua di dalam contoh daftar riwayat hidup adalah pendidikan. Pendidikan bahkan menjadi bagian paling penting di dalam daftar riwayat hidup. Meskipun unsur lainnya juga tidak kalah penting, hanya saja pendidikan biasanya menjadi fokus utama setelah membaca data diri.

Khusus untuk unsur pendidikan, pada dasarnya tidak perlu mencantumkan sejarah pendidikan dari TK. Disebutkan dari berbagai sumber bahwa pendidikan di dalam CV cukup dua pendidikan terakhir saja. Sebutkan nama instansi atau sekolah, jurusan, tahun kelulusan, dan IPK yang diperoleh setelah lulus.

Inilah alasan kenapa orang dengan pendidikan tinggi memilih mencantumkan pendidikan terakhirnya. Sebab jika ditulis semua maka CV yang dibuat akan sangat panjang dan menghabiskan banyak halaman. Padahal, pihak HRD bahkan tidak terlalu tertarik kamu lulus TK dan SD dimana.

Fokus utamanya adalah pendidikan terakhir yang kamu selesaikan apa, dan itu sudah cukup. Jadi, pada saat melihat contoh daftar riwayat hidup dijamin hanya melihat dua pendidikan terakhir saja. Tidak perlu menulis panjang lebar dan melelahkan, karena efeknya tetap sama. Yakni pendidikan terakhir yang dilihat.

3. Pengalaman Kerja

Unsur penting ketiga adalah pengalaman pekerjaan, hal ini perlu dicantumkan oleh siapa saja yang hendak membuat daftar riwayat hidup. Pengalaman pekerjaan menjadi bagian penting juga, karena bisa menjadi bahan pertimbangan HRD saat menemukan calon karyawan dengan pengalaman kerja yang linier.

Misalnya saja, suatu perusahaan membutuhkan seorang akuntan. Biasanya HRD akan memilih calon karyawan baru yang tidak hanya lulusan akuntansi, melainkan juga sudah punya pengalaman sebagai akuntan. Sehingga apapun pengalaman pekerjaan yang dimiliki, silahkan dicantumkan.

Hindari menambahkan pengalaman kerja yang tidak valid alias berbohong, sebab pihak HRD bisa melakukan pengecekan. Jika ketahuan berbohong maka ada kemungkinan di masa mendatang akan kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan. Padahal, punya riwayat pekerjaan yang banyak tidak selalu yang utama.

Sebab, bagi mahasiswa yang baru saja diwisuda lebih condong menonjolkan pengalaman berorganisasi dan juga magang. Jadi, saat belum memiliki pengalaman pekerjaan maka bisa dikosongkan. Namun, tambahkan keterangan pada kolom khusus untuk magang dan organisasi.

Jika semasa kuliah aktif di BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa), meskipun menjadi anggota maka tetap perlu dicantumkan. Aktif berorganisasi membantu setiap orang mendapatkan lebih banyak keterampilan, sehingga sering dijadikan bahan pertimbangan oleh HRD. Begitu juga dengan pengalaman magang.

4. Keterangan Tambahan

Khusus untuk siapa saja yang belum memiliki pengalaman pekerjaan, maka bisa melihat contoh daftar riwayat hidup yang benar-benar tepat. Yakni perlu menambahkan keterangan tambahan. Keterangan tambahan ini seperti poin sebelumnya berisi pengalaman berorganisasi, pengalaman magang, dan lain-lain.

Selain itu, pada keterangan tambahan juga bisa diisi dengan berbagai keterampilan yang dikuasai. MIsalnya saja menguasai kemampuan membuat desain, sebutkan kemampuan tersebut dan nama aplikasi yang dikuasai. Selain itu, daftar semua kursus yang pernah diikuti, seminar penting yang pernah diikuti, dan lain-lain.

Meskipun masih belum memiliki pengalaman pekerjaan, jika keterangan tambahan ini menyajikan daftar keterampilan dan keahlian yang mumpuni. Maka kesempatan untuk diterima bekerja juga akan sama besarnya dengan mereka yang sudah berpengalaman panjang di dunia kerja.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved