6 Fakta Polisi di Medan Diserang Puluhan Orang, 2 Kali Letusan Senjata, Massa Hancurkan Rumah-Mobil

Massa yang berjumlah sekitar 70-an orang melakukan penyerangan brutal terhadap anggota Polsek Medan Timur.

Editor: Juang Naibaho
HO
Anggota Polsek Medan Timur Aipda Eko Sugiawan dilarikan ke rumah sakit usai dibacok oleh massa yang berjumlah puluhan orang. 

3. Didatangi Anggota Ormas

Hari berikutnya datanglah anggota ormas ke kantornya dan memaki-maki Edi. Tak lama DK pun datang untuk menyelesaikan permasalahan penyewa mobil.

Kemudian, terjadi perdebatan hingga akhirnya DK menyarankan agar uang sewa dikembalikan oleh Edi. Ternyata pengembalian uang sewa memicu selisih.

"Selisih berapa lagi, kan sudah sepakat, si DK juga yang bilang sepakat. Jadi saya pun pulang," katanya.

Namun, saat itu ia diikuti oleh anggota ormas ini sampai rumah. Di rumah, mereka terlibat cekcok. Tak lama, dua orang karyawan Edi datang dan terjadilah perkelahian dengan anggota ormas itu.

Karena terjadi keributan, ia pun mencoba melerai keributan dan mengusir anggota ormas itu.

"Cabutlah orang itu. Saya berpikir pasti buat laporan polisi mereka. Jadi saya hubungi adik saya yang polisi. Konsultasi saya sama dia," katanya. Edi kemudian menemui aadiknya yang bertugas di Polsek Medan Timur, dan menceritakan persoalannya.

Baca juga: Puluhan Orang Serang Rumah Polisi dan Bacok Anggota Polsek Medan Timur

4. Diserang Puluhan Orang

Saat sedang berbincang dengan Aipda Eko, tiba-tiba istri Edi yang berdinas di Kantor Samsat Putri Hijau memberi kabar bahwa rumahnya diserang oleh puluhan orang.

"Pukul 21.56 WIB masuk telepon dari istri saya, kasih tahu bahwa di rumah sudah ramai didatangi orang dan diserang," sebutnya.

Setelah mendapatkan informasi itu, Edy bersama adiknya langsung menuju ke rumahnya. "Begitu mau masuk ke komplek, sudah ramai kali komplek sudah padat, jadi saya menepi di depan komplek," ujarnya.

"Terakhir keluar mobil Taft, karena tanda dengan mobil saya, ditunjuk-tunjuklah sama mereka, lalu berhentilah mereka," lanjutnya.

5. Terdengar Letusan Senjata

Saat menunggu di depan komplek, Edi mengaku saat itu terdengar dua kali letusan senjata dari dalam komplek.

"Jadi mereka sudah siap merusak rumah, saya buka kaca mobil saya dengar dua kali letusan senjata api. Jadi saya tunggulah keluar mereka," ungkapnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved