6 Fakta Polisi di Medan Diserang Puluhan Orang, 2 Kali Letusan Senjata, Massa Hancurkan Rumah-Mobil
Massa yang berjumlah sekitar 70-an orang melakukan penyerangan brutal terhadap anggota Polsek Medan Timur.
Tak lama massa keluar dari dalam komplek rumahnya. Namun, saat itu ada seorang pelaku yang mengetahui mobil Edi. Ia pun berteriak memberitahu kepada rekannya yang lain.
Massa kemudian mendatangi mobil Edy, dan langsung menyerang secara membabi-buta.
"Langsung nyerang saya, mobil hancur. Mereka pakai samurai, stik golf, macam-macamlah yang dibawanya. Mobil saya hancur, masuk juga tombak ke dalam mobil," katanya.
Baca juga: Polisi Dibacok Preman dan Hendak Dibunuh, Kasat Reskrim: Mereka Tidak Pagai Seragam
6. Aipda Eko Bersimbah Darah Dibacok
Edi yang merasa panik langsung tancap gas ke arah komplek.
Saat itu, ia mengaku sempat melihat ke arah belakang dimana adiknya yang sedang mengendarai sepeda motor ikut dikejar oleh para pelaku.
"Saya lihat adik saya sudah dikejar pakai kelewang, tidak mungkin saya bantu, karena memang ramai sekali, sekitar 70 orang ada massanya, jadi saya masuk komplek," ucapnya.
Ketika ia berhasil masuk ke dalam komplek, puluhan orang ini langsung pergi dan tidak mengejar lagi. Tetapi, adiknya terkena bacokan dan telah bersimbah darah.
7. Lapor ke Polsek, Dilimpahkan ke Polrestabes
Edi langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Medan Helvetia.
"Saya lihat adik saya udah berdarah semua. Selesai itu buat laporan ke Polsek Helvetia, tapi sudah ditarik ke Polrestabes Medan," katanya.
Kemudian Polsek Medan Helvetia melimpahkan kasus tersebut ke Polrestabes Medan.
(cr11/tribun-medan.com)