Breaking News:

Kesaksian Guru SMK Taruna Tekno Nusantara: Terdengar Suara Ledakan, Siswa Berteriak

Saat tersadar, Sufi sudah berada di sebidang tanah lapang. Di dekatnya terlihat mobil yang mereka kendarai sudah hancur dan menabrak pembatas jalan.

TRIBUN MEDAN/HO
Foto bersama guru dan siswa SMK Taruna Tekno Nusantara saat istirahat makan siang di Siantar sebelum kecelakaan terjadi, Sabtu (30/10/2021). Kurniawan (sopir) dan Putri Siallagan (di belakang supir) meninggal dunia akibat kecelakaan. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sufi Sri Rama, guru SMK Taruna Tekno Nusantara menceritakan detik-detik sebelum mobil yang mereka tumpangi kecelakaan di Jalan Tol Tebing Tinggi-Medan Km 68,800, tepatnya di Desa Liberia, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kecamatan Serdangbedagai, Sabtu (30/10/2021). 

Akibat kecelakaan ini, dua orang meninggal dunia, yaitu Kurniawan, staf administrasi sekolah yang menjadi sopir, dan Putri Sani Siallagan (15), siswa kelas 2 SMK.

Sufi mengatakan, pada waktu itu, mereka sedang dalam perjalanan pulang dari Siantar menuju Medan.

Di dalam mobil, Sufi berada di depan bersama supir, sedangkan enam murid lainnya berada di barisan belakang.

Di tengah perjalanan, tiba-tiba terdengar suara ledakan yang ternyata berasal dari ban belakang mobil yang pecah.

"Tiba-tiba ban belakang mobil kami pecah. Waktu itu, murid-murid berteriak di dalam mobil," ujarnya.

Baca juga: Mobil Rombongan SMK TTN Medan Kecelakaan di Jalan Tol Medan-Tebing, Dua Orang Tewas

Menurut Sufi, saat pecah ban, mobil melaju kencang. Ia sempat melihat jarum speedometer mobil menunjuk angka 100km/jam.

Sopir kemudian banting setir ke arah kanan dan mobil pun terguling.

"Saat terguling itu kepala saya terantuk dan langsung tidak sadarkan diri. Jadi bagaimana mobil itu terbalik, saya tidak tahu," terangnya.

Saat tersadar, ia sudah berada di sebidang tanah lapang. Di dekatnya terlihat mobil yang mereka kendarai sudah hancur dan menabrak pembatas jalan.

"Disitu saya sempat kebingungan. Lalu ada murid yang selamat bilang bahwa kami kecelakaan," bebernya.

Ia melihat pengendara yang lain turut membantu dirinya bersama murid lainnya untuk diselamatkan.

"Saya bersyukur drkali pengendara disana yang membantu semuanya. Barang-barang kami pun enggak ada yang hilang. Bahkan ada ibu-ibu yang memangku kepala saya, dia lah yang menelpon ambulans," sebutnya.

Sufi bersama murid lainnya kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. (cr7/tribun-medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved