Mengenal Strict Parents, Ciri-ciri & Dampaknya ke Anak Serta Cara Mengatasinya
Mengenal strict parents, mulai dari ciri-cirinya, dampaknya ke anak, serta cara mengatasinya.
TRIBUN-MEDAN.com - Mengenal strict parents, mulai dari ciri-cirinya, dampaknya ke anak, serta cara mengatasinya.
Dalam ilmu psikologi, strict parents diartikan sebagai orangtua yang menempatkan standar tinggi dan suka menuntut anak dengan tuntutan yang tinggi.
Orangtua yang begini cenderung menganut gaya pengasuhan yang bersifat otoritatif atau otoriter.
Ketika orangtua menerapkan standar tinggi kepada anaknya sambil memberikan dukungan dan kasih sayang, itu tandanya mereka bersifat otoritatif.
Umumnya anak yang mendapat pengasuhan yang otoritatif membuat anak menjadi pribadi yang lebih baik.
Sayangnya, sebagian besar strict parents tidak bersifat otoritatif, melainkan otoriter.
Strict parents yang otoriter ditandai dengan perilaku dingin, tidak responsif dan tidak suportif terhadap anaknya.
Mereka cenderung membuat aturan ketat dan sewenang-wenang.
Mereka tidak mengizinkan anaknya menyuarakan opini atau mempertanyakan keputusan yang telah dibuat oleh orangtuanya.
Apa Tanda Orang Tua Yang Ketat
- Memiliki banyak aturan ketat dan menuntut
- Menuntut anak mereka untuk mematuhi harapan mereka secara membabi buta
- Jangan biarkan mempertanyakan otoritas
- Menghukum berat karena melanggar aturan apa pun
- Dingin, tidak responsif terhadap anak-anak mereka
- Gunakan kata-kata yang memalukan dan kasar
Pengaruh Pengasuhan Yang Ketat
Orang tua yang tegas memandang keberhasilan akademis sebagai prioritas dan menilai keefektifan pengasuhan mereka dari kinerja anak-anak mereka di sekolah.
Pola asuh yang ketat seperti ini dapat menghasilkan prestasi akademis yang tinggi di beberapa budaya seperti di banyak negara Asia.
Namun, terlepas dari keberhasilan akademis di beberapa budaya, gaya pengasuhan ini juga mengakibatkan banyak kerusakan pada anak-anak.
Saat anak dididik oleh strict parents, terdapat beberapa dampak buruk yang bisa ia alami:
Tidak bahagia dan depresi
Sebuah studi yang dirilis dalam The Journal of Psychology menyatakan bahwa anak-anak yang diasuh oleh strict parents cenderung tidak bahagia dan bisa menunjukkan gejala-gejala depresi.
Mengundang gangguan perilaku
Pola asuh yang terlalu ketat dianggap bisa mengundang gangguan perilaku pada anak. Sebab, anak dapat mencontoh perilaku orangtuanya yang menganut gaya asuh strict parenting.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/mengenal-strict-parents-mulai-dari-ciri-cirinya-dampaknya-ke-anak-serta-cara-mengatasinya.jpg)