Materi Belajar Sekolah
Perang Aceh 1873-1904: Kesulitan Belanda Melawan Gerilyawan Tokoh-tokoh Aceh
Perang Aceh terjadi mulai tahun 1873 hingga tahun 1904. Perang ini dimulai dengan pernyataan perang yang dikeluarkan oleh Belanda.
Sehingga Belanda yang tidak punya pilihan lain lagi memilih untuk menyerang terlebih dahulu pada 26 Maret 1873 di Pante Ceureumen, mendaratkan lebih dari 3.000 serdadu KNIL dipimpin oleh Mayjen J.H. Kohler.
Tokoh-Tokoh Perang Aceh
1. Panglima Polim
Panglima Polem IX memiliki nama asli Teuku Muhammad Daud, merupakan keturunan bangsawan yang juga berperan sebagai panglima perang Aceh.
Ia diangkat sebagai panglima pada tahun 1891 dan bersama dengan Teuku Umar melangsungkan perang gerilya melawan Belanda dalam posisi peperangan yang terus terdesak.
Pada tahun 1897, Panglima Polem, Teuku Umar, dan Sultan Muhammad Daud Syah berhasil berkumpul di Pidie dan merencanakan penyerangan terhadap Belanda.
Namun sayang keluaganya telah diculik oleh Marsose sehingga mengakibatkan Polim menyerah pada tahun 1903.
2. Teuku Cik Di Tiro
Teuku Chik Di Tiro adalah pemimpin pertempuran Aceh yang berasal dari golongan agamawan.
Ia besar di Tiro, Pidie dan mulai bergabung dengan perang pada tahun 1881.
Bersamaan ketika banyak ulama mengobarkan jihad fi sabilillah melawan Belanda.
Gerilyawan di bawah pimpinannya berhasil menguasai benteng-benteng Belanda dan membuat pasukan KNIL terkepung di pusat kota Banda Aceh.
Teuku Chik di Tiro terus bertempur sampai tahun 1891 ketika Belanda berhasil membunuhnya di Benteng Aneuk Galong.
3. Teuku Umar
Teuku Umar merupakan panglima perlawanan rakyat Aceh yang mengawali karir peperangannya sejak Perang Aceh pertama meletus di Meulaboh tahun 1873.
Umar melancarkan taktik penyerahan diri kepada Belanda, masuk ke dinas militer dengan tujuan untuk merebut logistik dan persenjataan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/penjelasan-perang-aceh.jpg)