Materi Belajar Sekolah
Perang Aceh 1873-1904: Kesulitan Belanda Melawan Gerilyawan Tokoh-tokoh Aceh
Perang Aceh terjadi mulai tahun 1873 hingga tahun 1904. Perang ini dimulai dengan pernyataan perang yang dikeluarkan oleh Belanda.
Selama dua tahun mengabdi kepada Belanda, ia berhasil mengumpulkan ratusan serdadu, puluhan panglima, dan banyak senjata yang digunakan untuk melawan Belanda kembali pada tahun 1884.
Pada tahun 1893-1896, Umar mengulang kembali taktik tersebut dan berhasil.
Belanda memprioritaskan pembunuhan Teuku Umar, dan melalui serangan kejutan pada 11 Februari 1899 di Meulaboh berhasil memastikan gugurnya Teuku Umar.
4. Cut Nyak Dhien
Cut Nyak Dhien adalah istri dari Teuku Umar yang dinikahinya pada tahun 1880.
Ia setia menemani Umar dari medan ke medan, sekaligus banyak belajar karena ia pun dipandang tinggi oleh para gerilyawan.
Selepas Teuku Umar gugur pada tahun 1899, beriringan dengan menyerahnya Sultan dan Panglima Polem.
Cut Nyak Dhien mengambil inisiatif melanjutkan perang gerilya dengan berpindah-pindah.
Usianya yang sudah tua menyebabkan panglima-panglimanya merasa iba dan menyerahkan diri kepada Belanda tanpa izin.
Sehingga menyebabkan duka mendalam bagi Cut Nyak Dhien.
Ia kemudian diasingkan ke Sumedang hingga wafat.
Penangkapan ini merupakan Riwayat terakhir bagi perlawanan Aceh.
5. H. Kohler
Kohler merupakan serdadu Belanda yang mengawali karirnya di Hindia Belanda sebagai sersan, dan dalam waktu singkat naik pangkat menjadi Mayor Jenderal dan ditugaskan menjadi pemimpin penyerbuan Aceh pada tahun 1873.
Ia merupakan Jenderal pertama yang terjun dalam Perang Aceh dan langsung tewas pada pertempuran yang sama.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/penjelasan-perang-aceh.jpg)