Breaking News:

Aktivis Perempuan Desak Kapolda Sumut Pecat Oknum Polisi Cabuli Wanita Hamil

Aktivis perempuan sepakat mendesak Kapolda Sumut pecat anak buah yang cabuli wanita hamil

Penulis: Goklas Wisely | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/FREDY SANTOSO
Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak, Selasa (2/11/2021). 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN- Sejumlah aktivis perempuan yang tergabung dalam Perempuan Peduli Korban Kekerasan Seksual mendesak Kapolda Sumut, Irjen RZ Panca Putra Simanjuntak memecat Bripka Rahmat Hidayat Lubis, oknum polisi yang cabuli wanita hamil

Para aktivis yang merupakan bagian dari Aliansi Sumut Bersatu (ASB) Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI), Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan, dan Perempuan Hari Ini (PHI), menilai perbuatan Bripka Rahmat Hidayat Lubis tidak dapat dimaafkan. 

"Kami desak Polda Sumut untuk tindak tegas RHL dengan memberikan sanksi Pemecatan Tidak Dengan Hormat sesuai dengan PP No 1 Tahun 2003 tentang Pemberhentian Anggota Kepolisian NKRI," kata Ketua PHI, Lusty Ro Manna Malau, Kamis (4/1/2021).

Baca juga: Modus Bisa Sembuhkan Penyakit Ayahnya, Pria Ini Cabuli Anak Gadis Pasiennya

Dia menguraikan, korban berinisial MU (19) saat dicabuli dalam kondisi hamil.

Ada pun awalnya korban ingin menemui Bripka Rahmat Hidayat Lubis karena diduga diiming – imingi akan membebaskan suaminya yang telah ditangkap. 

Lusty menjelaskan memang Polda Sumut telah membebastugaskan RHL sebagai penyidik Polsek Kutalimbaru. Namun, sanksi seperti itu dianggap masih belum cukup. 

Sebab, kerentanan perempuan menjadi korban kekerasan seksual menunjukkan bahwa diperlukan kebijakan yang berpihak terhadap korban. 

Baca juga: Wanita Hamil yang Diduga Dicabuli Bripka Rahmad Lubis Disebut Nyabu Sambil Minta Rp 30 Juta

Sehingga hak korban atas perlindungan, keadilan dan pemulihan dapat diwujudkan.

Mengingat institusi kepolisian seharusnya berperan memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat.

Selain itu, pihaknya juga mendesak Polda Sumut untuk tindak tegas dan sanksi yang pantas untuk semua oknum Polsek Kutalimbaru yang terlibat. 

Kemudian, Polda Sumut diminta memberikan perlindungan dan memastikan terpenuhinya hak – hak korban dalam proses penyelidikan kasus pencabulan yang dialaminya.  

Baca juga: Bripka Rahmat Hidayat Lubis, Polisi yang Diduga Cabuli Wanita Hamil Terancam Dipecat

"Mengimbau Dinas Pemberdayaan Perempuan Prov. Sumatera Utara, dan Kabupaten Deli Serdang untuk memberikan pendampingan dan pemulihan untuk korban," sebutnya. 

"Mendesak DPR segera mengesahkan RUU tentang kekerasan seksual yang berpihak terhadap korban," tutupnya. (cr8/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved