Lawan Covid19

Cara Mengidentifikasi Berita Mengandung Hoaks yang Bertebaran di Medsos

Namun Dedy menyebut bahwa penanganan Covid-19 tersebut kerap terganggu dengan isu hoaks atau kabar bohong terkait pandemi.

sinode GKJ/tribun solo
Ilustrasi Hoax 

TRIBUN-MEDAN.com - Juru Bicara (Jubir) Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo), Dedy Permadi memastikan pemerintah terus berupaya dalam penanganan pandemi Covid-19.

Namun Dedy menyebut bahwa penanganan Covid-19 tersebut kerap terganggu dengan isu hoaks atau kabar bohong terkait pandemi.

Dedy mengatakan sejak Januari 2020 hingga 4 November 2021, ditemukan sebanyak hampir 2 ribuan isu hoaks terkait pandemi Covid-19.

Hal itu disampaikan Dedy saat siaran pers Menolak Hoaks Covid-19 yang disiarkan kanal YouTube Kemkominfo TV, Kamis (4/11/2021).

"Total hoaks Covid-19 yang telah teridentifikasi sebanyak 1971 isu pada 5.065 unggahan di media sosial," kata Dedy.

Dedy menjelaskan jika unggahan itu paling banyak ditemukan pada media sosial Facebook dibandingkan media sosial lainnya

"Media sosial Facebook menjadi platform terbanyak persebaran hoaks dengan 4.368 sebaran dibandingkan platform lainnya seperti Instagram, YouTube, Tik Tok dan lain sebagainya," tambahnya.

Ia pun menegaskan bahwa Kementerian Kominfo telah melakukan pemutusan akses hingga tindakan terkait sebaran hoaks tersebut.

"Kementerian Kominfo telah melakukan pemutusan akses terhadap 4.396 unggahan dan menindaklanjuti 129 unggahan lainnya," jelasnya.

Isu Vaksin Covid-19 Antena 5G dan Pengendali Manusia Adalah Hoaks

Juru Bicara Kementerian Kominfo Dedy Permadi mengatakan, isu hoaks terkait vaksinasi Covid-19 teridentifikasi total sebanyak 374 isu pada 2.396 unggahan di media sosial. 

Hal itu disampaikan Dedy saat siaran pers Menolak Hoaks Covid-19 yang disiarkan kanal YouTube Kemkominfo TV, Kamis (4/11/2021).

"Sama seperti isu hoaks Covid-19, isu hoaks vaksinasi juga paling banyak tersebar di Facebook dengan 2.176 sebaran jika dibandingkan platform media sosial lainnya," kata Dedy.

Dedy mengatakan, dari sejumlah unggahan atau persebaran hoaks tersebut ada beberapa isu hoax yang menarik. Diantaranya soal hoaks vaksin Covid 19.

Hoaks itu, kata Dedy memuat bahwa vaksin Covid-19 adalah antena 5G dan pengendali manusia yang muncul pada tanggal 18 Oktober 2021.

Lalu hoaks vaksin Covid-19 mengandung parasit hidup yang teridentifikasi muncul pada 25 Oktober 2021.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved