Materi Belajar Sekolah

Agar tak Mudah Tertipu, Begini Cara Menghitung Diskon Persen Beserta Rumus dan Contohnya

Berikut cara menghitung diskon. Rumus menghitung diskon ini peting untuk layanan belanja online atau e-commerce.

Tayang:
Pixabay
Cara menghitung diskon 

TRIBUN-MEDAN.com - Berikut cara menghitung diskon. Rumus menghitung diskon ini peting untuk layanan belanja online atau e-commerce.

Layanan belanja online biasanya menawarkan beragam jenis diskon. Strategi ini dipakai untuk menarik banyak pengunjung dan pembeli, mulai dari diskon berupa potongan harga, paket voucher gratis ongkos kirim hingga jenis diskon lainnya.

Namun, sebagai konsumen yang cerdas, pengetahuan tentang konsep diskon ini adalah hal yang penting. Terutama agar tidak tertipu oleh strategi marketing yang menuliskan promosi diskonnya tersebut.

Secara kebahasaan, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), diskon memiliki arti potongan harga.

Macam-Macam Diskon Belanja

Uang, Rumah, Koin, Investasi, Bisnis, Keuangan, Bank

1. Diskon potongan harga

Produsen biasanya menetapkan batasan minimal harga tertentu sebagai syarat untuk memperoleh pengurangan harga. Contohnya pada pemesanan makanan secara daring, restoran akan memberi potongan Rp 10.000 jika pembelian minimal Rp 40.000.

2. Diskon dalam Persen

Strategi pemberian diskon dengan mematok persentase juga populer dalam dunia bisnis. Biasanya strategi ini dilakukan dengan mematok persentase tertentu dari harga sebagai harga diskon.

3. Pemberian Hadiah

Bukan dengan mengurangi harga dalam persentase atau nominal tertentu, produsen juga sering memberikan tambahan produk khusus sebagai hadiah terhadap konsumen. Biasanya produsen memberikan hadiah khusus bagi konsumen setiap pembelian produk mereka dalam ketentuan tertentu.

4. Layanan Gratis Ongkir

Bentuk pemberian diskon biaya ongkos kirim juga semakin diminati, terutama seiring berkembangnya pola belanja online. Strategi ini biasanya dilakukan dengan menerapkan ketentuan khusus seperti batas pembelanjaan atau memberi kupon gratis ongkir dalam rangka peringatan hari tertentu.

5. Diskon Produk Khusus
Jenis diskon ini biasanya hanya diberikan pada pelanggan khusus. Artinya, diskon hanya akan berlaku jika konsumen termasuk dalam kategori yang dimaksudkan. Misalnya, potongan harga hingga Rp 50.000 untuk pengguna kartu debit Bank Mandiri, dan sebagainya.

Materi Belajar Geografi: Pengetian Deforestasi dan Cara Pencegahan Deforestasi

6 Cara Memilih Buah yang Masih Segar dan Benar AgarTerpenuhi Nilai Gizi

Rumus Cara Menghitung Diskon dan Contohnya

Ada beberapa rumus yang bisa diaplikasikan untuk menghitung berapa nominal akhir yang akan dikeluarkan seorang konsumen setelah mendapatkan diskon. Khususnya diskon yang dalam bentuk persentase. Berikut beberapa rumus yang harus diketahui.

1. Rumus Pertama

Jika harga Akhir (X) = Harga Awal (A) – Diskon (D)

dan, Diskon (D) = Persen Diskon (%D) x Harga Awal (A)

Untuk mendapatkan nilai X maka langkah pertama yang harus dilakukan ialah menemukan nilai Diskon (D). Ini merupakan diskon yang didapatkan dalam bentuk nominal.

Sebagai catatan, karena persentase merupakan akumulasi dari nilai per-100 artinya nilai dari 25% adalah 25/100. Atau untuk lebih mempermudah, dapat dilakukan dengan mengubah nilai persen tersebut menjadi angka desimal. Caranya dengan memindahkan nilai nol (25% berarti 25,00%) dua kali ke sebelah kiri sehingga menjadi 0,25.

Contoh:

Sebuah mainan anak di mall A dijual dengan harga Rp 250.000. Namun karena sedang bertepatan dengan hari anak sedunia, harga mainan didiskon 30%. Berapa biaya akhir yang harus dibayarkan untuk membeli satu mainan setelah mendapat diskon?

Jawab:

Langkah pertama, tentukan dulu nilai diskon dalam bentuk nominal harga.

D = %D x A

D = 30% x 250.000

D = 75.000

Lalu, gunakan rumus selanjutnya.

Harga Akhir (X) = harga awal (A) – D

X = 250.000 – 75.000

X = 175.000

Jadi, orang tersebut hanya perlu membayar Rp 175.000 untuk membeli mobil mainan anak setelah mendapat diskon 30% dari toko.

2. Rumus Cara Kedua

Rumus kedua ini lebih pendek dibandingkan yang sebelumnya. Langkah yang dilakukan hanya dengan mengurangkan langsung persen diskon yang didapatkan, lalu dikalikan dengan harga awal barang. Rumusnya sebagai berikut.

Harga Akhir (X) = [100% – Persen Diskon (%D)] X Harga Awal (A)

Contoh:

Sebuah kemeja lengan panjang pria di sebuah situs belanja online dijual dengan harga Rp 170.000. Namun karena sedang bertepatan dengan hari belanja online nasional (harbolnas) harga kemeja didiskon 20%. Berapa biaya akhir yang harus dibayarkan untuk membeli satu kemeja tersebut setelah mendapat diskon?

Jawab:

X = (100% – %D) x A

X = (100% – 20%) x 170.000

X = 80% x 170.000

atau X = 80/100 x 170.000

X = 136.000

Jadi, harga akhir yang harus dibayarkan untuk membeli satu kemeja tersebut setelah mendapat diskon 20% ialah Rp 136.000.

3. Rumus Cara Ketiga

Rumus berikut dipakai untuk menghitung harga akhir dari sebuah barang yang mendapatkan diskon dua kali, misalnya diskon ‘60%+25%’. Bagi orang yang tidak memahami konsep diskon tersebut pasti langsung menjumlahkannya, sehingga mengira diskon yang didapat 85%. Tapi itu salah besar, lho.

Jika bentuk promosinya seperti di atas, itu artinya diskon yang diberikan dua kali. Untuk menghitungnya, maka perlu mencari tahu terlebih dahulu nilai dari persentase diskon pertama. Setelah itu, nilai tadi dikalikan lagi dengan persentase diskon yang kedua.

Rumusnya seperti di bawah ini.

Harga Diskon Pertama (D1) = Persen Diskon Pertama (

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved