Breaking News:

Rencana Waris Thalib Jadi Wali Kota Tanjungbalai Tidak Mulus, Ini Penjelasan Pemprov Sumut

Rencana Waris Thalib menjadi Wali Kota Tanjungbalai menggantikan M Syahrial tidak berjalan mulus karena alasan berikut ini

Penulis: Mustaqim Indra Jaya | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/MUSTAQIM INDRA JAYA
Pj Wali Kota Tanjungbalai Waris Thalib usai menemui Gubernur Sumut Edy Rahmayadi di Rumah Dinas Gubernur, Jalan Sudirman Medan, Kamis (8/7/2021). 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN - Rencana Waris Thalib menjadi Wali Kota Tanjungbalai menggantikan M Syahrial tidak berjalan mulus.

Pasalnya, Pemprov Sumut masih menunggu Surat Keputusan (SK) dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) terkait pemberhentian M Syahrial sebagai Wali Kota Tanjungbalai.

Diketahui, M Syahrial sudah dijatuhi vonis dua tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Medan pada 20 September 2021 atas kasus suap yang ia lakukan.

Baca juga: Cerita Waris Thalib Dipinang Jadi Pendamping M Syahrial, Mereka Menakhodai Kota Tanjungbalai

Syahrial terbukti bersalah menyuap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Stepanus Robin Pattuju untuk mengamankan kasus suap lelang jabatan di Pemko Tanjungbalai.

"Kita masih menunggu SK Mendagri tentang pemberhentian," kata Kepala Bagian (Kabag) Otonomi Daerah Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah, Ahmad Rasyid Ritonga, Sabtu (6/11/2021).

Belum diterimanya SK dari Mendagri membuat Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Sumut belum bisa memproses pengusulan kepala daerah di Kota Tanjungbalai tersebut.

Dan saat ini Pemko Tanjungbalai dipimpin seorang Plt Wali Kota, Waris Thalib. Sebelumnya Waris merupakan Wakil Wali Kota Tanjungbalai.

Baca juga: Dari Penjaga Sekolah ke Kursi Wali Kota Tanjungbalai, Waris Thalib: Modal Sukses Saya Doa dari Ibu

"Selanjutnya baru kita usulkan untuk proses selanjutnya," ujar Rasyid.

Syahrial dalam kasus tersebut, selain dijatuhi hukuman 2 tahun penjara, juga dikenakan hukuman denda Rp 100 juta subsider 4 bulan kurungan.

Vonis tersebut lebih rendah dari tuntutan jaksa yang meminta Syahrial dijatuhi hukuman selama 3 tahun oenjara dan denda Rp 150 juta subsider 6 bulan kurungan.

Sebelumnya Syahrial ditetapkan sebagai tersangka atas kasus penyuapan tersebut pada 22 April 2021.

Baca juga: Tolak Mobil Dinas Baru Seharga Rp 1 Miliar, Waris Thalib: Anggarannya untuk Masyarakat Miskin Saja

Adapun yang melatarbelakangi kasus suap tersebut, Syahrial ingin penyelidikan dugaan perkara jual beli jabatan di Pemko Tanjungbalai oleh yang sedang ditangani KPK dihentikan.

Syahrial tak ingin kasus jual beli jabatan di Pemko Tanjungbalai naik ke tahap penyidikan.

Apalagi saat itu Syahrial sedang mengikuti kontestasi Pilkada Tanjungbalai tahun 2020.(ind/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved