Materi Belajar Sekolah

Apa Itu Gaung dan Gema? Berikut Pengertian, Perbedaan dan Penyebab Terjadinya

Gema adalah pantulan bunyi yang didengar sesaat setelah bunyi berlangsung. Gaung adalah kumpulan bunyi yang dipantulkan dari permukaan di dalam ruang.

Tayang:
HO / Tribun Medan
Apa Itu Gaung dan Gema? Berikut Pengertian, Perbedaan dan Penyebab Terjadinya 

Ketika kamu baru mengucapkan “se”, bunyi tersebut sudah menumbuk tembok terdekat dan dipantulkan ketika kamu mengucapkan “ma”.

Sehingga dalam gaung terjadi pemantulan suara berkali-kali, membuat suaramu jadi terdengar tidak jelas. Jika kamu meneriakan “semangat” di dalam sebuah gua atau ruangan sempit. Maka gaung akan membuatmu mendengar “se se ma ngat ma se ngat ma ngat”.

Gaung memantulkan bunyi berkali-kali menghasilkan suara yang keras namun dengan rangkaian kata yang sudah tidak sesuai dengan apa yang diucapkan. Namun sama dengan gema, suara yang dihasilkan gaung akan lebih lemah dan lama-lama menghilang.

  • Jarak sumber suara gema lebih jauh daripada jarak sumber suara gaung.

Perbedaan pertama antara gema dan gaung adalah jaraknya terhadap sumber suara dan pendengar.

Gema cenderung terjadi dalam jarak yang besar, baik ruangan yang sangat luas maupun di tebing yang tinggi. Yang pasti jarak antara sumber suara dengan dinding pantulan yang menyebabkan gema jauh.

Tetapi gaung cenderung terjadi dalam jarak yang kcil, misalnya di ruangan sempit maupun gua. Yang pasti jarak antara sumber suara dengan dinding yang memantulkan bunyi dekat atau pendek.

  • Hasil pantulan suara gema terdengar jelas sementara hasil pantulan suara gaung tidak jelas atau bertabrakan.

Gaung dan gema keduanya memiliki manfat yang berbeda. Gema bermanfaat untuk mengukur kedalaman dasar laut. Dengan cara memantulkan gelombang bunyi dari kapal ke dasar laut.

Pantulan tersebut akan menghasilkan gema yang sampai ke kapal dalam jeda waktu sepersekian detik.

Jeda waktu terdengarnya gema tersebut kemudian dicatat dan dimasukkan ke dalam rumus pemantulan gelombang suara untuk mendapatkan kedalaman laut.

Adapun gaung dianggap merugikan karema ketika suara dipantulkan bersama-sama, suara akan menjadi tidak jelas.

Namun ternyata gaung juga memiliki manfaat. Berdasarkan situs Acoustical Surfaces, gaung digunakan dalam produksi musik oleh para musisi untuk menciptakan ilusi suara di mana pendengar seperti mendengar langsung dan musik terasa nyata.

Adapun gaung juga digunakan dalam gedung teater. Interior langit-langit dan tembok teater diciptakan sedemikian rupa agar bisa menciptakan gaung yang tidak saling tumpang tindih, melainkan saling menguatkan.

Hal tersebut menciptakan penguatan gelombang suara atau sederhanya memperkeras suara yang diucapkan pemain teater.

Sehingga orang yang duduk di kursi belakang dapat mendengar jelas apa yang para pemain ucapkan di atas panggung.

(Tribunnews.com/Nadya) (Bobo.grid.id/ Iveta Rahmalia)

Sumber: Tribun Medan
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved