Breaking News:

Berikut 3 Cara Meningkatkan Nilai Pelajaran Anak di Sekolah Pascabelajar Virtual

Berikut ini cara meningkatkan nilai pelajaran anak di sekolah yang tentunya membutuhkan peran orangtua. 

HO / Tribun Medan
Strategi Belajar yang Tepat untuk Anak dengan Disleksia Menurut Psikolog 

TRIBUN-MEDAN.com - Berikut ini cara meningkatkan nilai pelajaran anak di sekolah yang tentunya membutuhkan peran orangtua. 

Simak artikel ini sampai habis yang dilansir dari kompas.com. 

Kondisi pembelajaran jarak jauh dengan sistem daring telah menurunkan kualitas belajar siswa selama  ini. 

Meski begitu, keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak-anaknya masih sangat diperlukan, guna mendukung anak untuk mencapai prestasi di sekolah.

Dengan keterlibatan yang tepat, orangtua dapat membantu anak meningkatkan pemahaman anak akan pelajaran di sekolah.

Merangkum laman Sekolah BPK Penabur, berikut cara sederhana dan efektif untuk meningkatkan nilai pelajaran anak di sekolah:

Sejumlah siswa mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas untuk kelas 1-3, di SD Negeri 060608884, Medan, Senin (22/11/2021). Pemerintah Kota Medan mulai melakukan PTM terbatas tingkat Sekolah Dasar (SD) untuk kelas 1-3, dengan membatasi jumlah siswa maksimal delapan anak guna mencegah penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah.
Sejumlah siswa mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas untuk kelas 1-3, di SD Negeri 060608884, Medan, Senin (22/11/2021). Pemerintah Kota Medan mulai melakukan PTM terbatas tingkat Sekolah Dasar (SD) untuk kelas 1-3, dengan membatasi jumlah siswa maksimal delapan anak guna mencegah penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah. (TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR)

3 Cara meningkatkan nilai pelajaran anak:

1. Kenalkan konsep kelola waktu

Soal mengelola waktu sering kali tidak diajarkan di sekolah secara mendalam, seperti kapan harus bermain, belajar dan istirahat.

 

Padahal, salah satu kunci anak meraih kesuksesan di masa mendatang adalah keterampilan ia mengelola waktu.

Bahkan, orang dewasa sekalipun sering masih gagal mengelola waktu dengan baik, apalagi anak kecil, yang tentu masih memerlukan bimbingan orangtua.

Jika keluarga telah menetapkan jadwal dengan baik, diperlukan konsistensi agar setiap kegiatan berjalan dengan teratur.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved