Breaking News:

Tilap Dana JKN Rp 2,4 Miliar, Mantan Bendahara Puskesmas Glugur Dituntut 7,5 Tahun Penjara

Mantan Bendahara Puskesmas Glugur Darat, Esthi Wulandari dituntut 7,5 tahun oleh hakim PN Tipikor Medan

TRIBUN MEDAN/GITA NADIA TARIGAN
Sidang tuntutan korupsi dana Kapitasi Jaminan Kesehatan (JKN) Rp 2,4 miliar, dengan terdakwa Bendahara Kapitasi JKN Puskesmas Glugur Darat, Esthi Wulandari di Pengadilan Tipikor Medan, Senin (2911/2021).(TRIBUN MEDAN/GITA NADIA TARIGAN) 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN- Mantan Bendahara Puskesmas Glugur Darat, Esthi Wulandari dituntut 7 tahun dan enam bulan penjara, karena didakwa mengorupsi dana Kapitasi Jaminan Kesehatan (JKN) senilai Rp 2,4 miliar lebih, Senin (29/11/2021).

Jaksa Penuntut Umum (JPU), Fauzan Irgi Hasibuan menuturkan bahwa wanita 34 tahun itu terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi dan memperkaya diri sendiri.

"Menuntut terdakwa Esthi Wulandari dengan pidana 7 tahun 6 bulan penjara, denda Rp 300 juta, subsidar 6 bulan kurungan," kata jaksa.

Tidak hanya itu, jaksa juga menuntut supaya terdakwa dibebankan membayar Uang Pengganti (UP) kerugian keuangan negara sebesar Rp 2,4 miliar lebih, dengan ketentuan setelah sebulan perkara pokoknya berkekuatan hukum tetap, maka harta bendanya disita kemudian dilelang.

Baca juga: Terdakwa Korupsi Dana JKN Sebut Mantan Kepala Puskesmas yang Nikmati Uang Korupsi

"Bila nantinya harta benda terdakwa tidak mencukupi menutupi kerugian keuangan negara, maka diganti dengan pidana 4 tahun penjara," ucap jaksa.

Dikatakan jaksa, adapun yang memberatkan perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah memberantas tindak pidana korupsi, perbuatan terdakwa mengakibatkan kerugian keuangan negara.

"Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 2 Ayat (1) Jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi," ucap jaksa.

Usai mendengar tuntutan jaksa, hakim Saad Lubis menunda sidang pekan depan dengan agenda nota pembelaan (pledoi).

Baca juga: Terdakwa Korupsi Dana JKN Punya Utang Bertumpuk di Bank

Dalam dakwaan jaksa disebutkan, perkara ini bermula ketika terdakwa yang menjabat sebagai Bendahara Kapitasi JKN Puskesmas Glugur Darat pada Tahun 2019,  mengambil dana Kapitasi Jaminan Kesehatan (JKN) dengan cara membuat cek untuk ditandatangani Kepala Puskesmas Glugur Darat.

Adapun di dalam cek yang dibuat terdakwa, hanya menuliskan nominal angka yang akan dicairkan, sedangkan penulisan huruf nominal dalam cek tidak dituliskan oleh terdakwa.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved