Optimistis Mampu Tingkatkan Transaksi, Pameran Multifinance Ramai Pengunjung

Hampir setiap booth dikunjungi oleh para pengunjung silih berganti dengan total 26 booth yang memeriahkan pameran ini.

Editor: Eti Wahyuni
Tribun Medan/Kartika
APPI Sumut bersama perwakilan OJK dan perwakilan perusahaan pembiayaan usai pembukaan Pameran Multifinance di Plaza Medan Fair, Jumat (3/12/2021). 

Ada pun pada tahun 2020, Akulaku Finance menargetkan Rp 2,8 triliun namun berhasil membukukan Rp 5,30 triliun. Kemudian per September 2021, Akulaku Finance berhasil membukukan Rp 7,4 triliun dari target akhir Rp 7 triliun.

"Kita berharap hingga akhir tahun kita bisa bukukan Rp 2 miliar hingga Rp 3 miliar. Mudah-mudahan tahun ini kita bisa close Rp 9 triliun," ungkap Efrinal, Sabtu (4/12/2021).

Dijelaskan Efrinal, Akulaku Finance memberikan fasilitas credit card digital dengan memberikan sejumlah platform tanpa ada jaminan.

Selain itu, Akulaku Finance sudah tersedia di Shopee, Bukalapak, Blibli bahkan sudah ada di Tiket.com. Saat ini, Akulaku Finance akan mengembangkan terus dengan marketplace lain baik secara online mau pun secara offline.

"Jadi dengan fasilitas Akulaku ini banyak memberikan kemudahan untuk masyarakat terutama yang unbankable khususnya kepada kaum milenial yang ingin cepat, instan, dan mudah. Inilah yang kita sasar, mereka bisa menjadi pelanggan kita," ujarnya.

Sementara itu, Akulaku Finance juga turut membantu pemerintah memulihkan perekonomian nasional dengan membantu para pelaku UMKM dalam hal pembiayaan yang menunjang produktivitas.

"UMKM ini yang sebenarnya akan menggeliatkan perekonomian Indonesia. Kami banyak membiayai handphone yang sekarang ini bukan lagi barang konsumtif tapi sudah menjadi produktif untuk bekerja. Kemudian untuk ojek online atau pun perusahaan ekspedisi, semuanya kalau tidak pakai handphone ya tidak bisa, ini sudah menjadi barang produktif," tuturnya.

"Apalagi UMKM yang punya home industry bahkan yang reseller saja kan modalnya handphone. Di sini kita punya peranan, keuntungannya menggunakan Akulaku yaitu bisa dapat platform, tidak perlu menjaminkan aset kemudian yang kita biayai yang bisa menunjang produktivitas," lanjut Efrinal.

Walau pun masyarakat dapat mengajukan pinjaman tanpa jaminan, Akulaku Finance yang sudah terverifikasi OJK ini juga memiliki mitigasi resiko untuk memverifikasi bahwa calon yang akan dibiayai memiliki data diri yang benar.

"Karena kita nggak punya jaminan, di sinilah pentingnya mitigasi resiko. Dalam hal ini, pertama kita lakukan yaitu setiap aplikasi yang masuk itu benar-benar kita seleksi dengan baik. Contohnya setiap ada konsumen yang mau download, kemudian mereka masukkan data dan kemudian dia selfie menggunakan KTP,” katanya.

Setelah nasabah mengisi data, akan dicrosscheck ke Disdukcapil untuk menentukan bahwa nasabah ini benar-benar memberikan data yang benar agar tidak fiktif. Tidak cukup NIK aja karena tingkat cyber crime itu sangat tinggi.

“Kami timpali lagi dengan Face Biometrik, jadi akan dicocokkan data di wajah dengan data di Disdukcapil," jelasnya.

Menariknya, tak hanya melalui wajah, Akulaku Finance juga melakukan verifikasi melalui suara dan gestur calon peminjam, hal ini akan dapat terlihat keaslian data diri.

"Kita lakukan dengan voice recognation, ini baru dalam dua tiga bulan ini kita juga sudah sampai dengan verifikasi melalui gestur. Jadi setiap orang ngomong itu pasti gesturnya berbeda. Ini sebagai antisipasi jika ternyata fasilitas kita digunakan orang lain, nah kita cekkan dari tahap-tahap ini," ucapnya.

Dengan proses yang aman, Efrinal menjamin jika pelaksanaan ajuan pinjaman hanya dalam hitungan menit tanpa ada memberikan kesulitan bagi masyarakat.

Ada pun dalam pengajuan pertama, para pengaju akan mendapatkan pembiayaan hingga Rp 10 juta-Rp 20 juga dan akan berkesempatan menambah limit peminjaman jika dapat melakukan pelunasan dengan lancar.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved