HARGA Telur Ayam Masih Stabil Jelang Natal Tahun Baru
Menjelang Natal dan Tahun Baru 2022, sejumlah harga bahan pokok di sejumlah pasar tradisional di Kota Medan masih dalam kategori stabil.
Penulis: Angel aginta sembiring | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Menjelang Natal dan Tahun Baru 2022, sejumlah harga bahan pokok di sejumlah pasar tradisional di Kota Medan masih dalam kategori stabil.
Berdasarkan informasi harga rata-rata bahan pokok di Sumatera Utara, Senin (6/12/2021), harga telur ayam ras di Pasar Petisah senilai Rp 14 ribu per setengah kg dan menjual Rp 26 ribu-Rp 28 ribu per kg nya.
Pedagang telur Irvan menyampaikan harga telur yang stabil diharapkan akan tetap stabil hingga menjelang libur Nataru nantinya.
"Karena telur selalu dibutuhkan oleh masyarakat, terlebih menjelang Nataru telur juga digunakan untuk membuat kue pastinya, " tuturnya kepada Tribun Medan, Senin (6/12/2021).
Stabilnya harga telur jelang Nataru juga menarik perhatian Pengamat Ekonomi Sumut.
Pengamat Ekonomi Sumut Gunawan Benjamin menyampaikan belakangan ini, harga telur terus membaik, harga telur mulai membaik dikisaran angka Rp 24 ribu hingga Rp 25 ribuan per Kg.
Dan dalam hal ini, kisruh mengenai murahnya harga telur belakangan mulai menghilang.
"Kita tentunya tidak akan melupakan saat harga telur terpuruk baru baru ini. Dimana peternak telur melakukan aksi protes dengan membagi-bagikan telur secara gratis ke masyarakat. Aksi tersebut buntut dari penurunan harga telur ayam yang sempat terjun bebas sebelumnya, " ujarnya.
Untuk wilayah Sumut sendiri, harga telur ayam di januari 2021 sempat menyentuh Rp 25.600 per Kg.
Dan sempat turun di bulan September dan Oktober di angka Rp 21.600 per Kg.
"Dalam hal yang penting tidak ada pelemahan mata uang rupiah secara signifikan, selebihnya baik daging sapi maupun daging ayam hingga telur ayam akan lebih ringan berfluktuasi," ujarnya.
Hal yang perlu diperhatikan serius adalah potensi pemulihan daya beli yang mendongkrak kenaikan harga.
Lanjutnya, jadi kalau daya beli masyarakat pulih, kita perlu fokus untuk melihat perkembangan harga sumber protein tersebut
"Karena daya beli yang pulih, akan membuat masyarakat mengkonsumsi sumber protein yang lebih berkualitas. Ini bisa menjadi pendorong kenaikan harga dgaing sapi, daging ayam maupun telur ayam, " tutupnya.
(cr9/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Harga-daging-telur_Harga-daging-telur-jelang-Nataru.jpg)