LAKALANTAS Maut Angkot vs KA, Kapolrestabes Medan Panggil Bos Angkot terkait Kasus SIM
Di samping itu, dikatakannya perihal apakah akan melakukan tes urine kepada para sopir ke depan kemungkinan akan dilakukan.
"Jadi handphonenya terjatuh. Terus baterainya terlepas. Makanya dipasang dulu dan dilihat nomor terakhir dihubungi makanya tadi mama dihubungi dan mendapatkan Abang sudah tiada," ucapnya.
Dengan meneteskan air mata ia pun menceritakan sosok Batara di mata keluarga.
Batara adalah anak lelaki satu - satunya yang sangat dekat dengan ibunya.
"Mama sayang sekali sama dia. Kok kayak gini jalannya. Dia Abang yang baik kali. Tak bisa dia pisah sama ibu dan anaknya," sebutnya dengan tersedu - sedu.
"Abang tinggal di Rusun Kayu Putih, Kecamatan Medan Deli. Dia tinggal bersama ibu. Abang saya duda, anaknya satu perempuan masih kelas 5 SD," tambahnya.
Dikatakan untuk saat ini ia masih mendapati kendala biaya ambulance.
Sebab, ia hanya memiliki uang Rp 300 ribu. Sementara pihak rumah sakit meminta Rp 400 ribu.
"Rencana besok abang akan dikebumikan. Kami dari keluarga masih merundingkan dimana akan dikebumikan," tutupnya.
Dikabarkan sebelumnya untuk korban kecelakaan yang meninggal dunia ada 4 orang.
Kini orang selain Batara belum diketahui identitasnya.
Korban meninggal dunia sampai kini masih di ruang jenazah Rumah Sakit Royal Prima.
Sementara 6 orang lainnya yang luka - luka identitasnya sebagai berikut :
1. Bayu Sulaiman, 24 Tahun, Jalan Pasar Pipa Medan.
2. Eni Sureni Br Tarigan, 18 Tahun, Medan.
3. Putri Sefyan, 19 Tahun, Jalan Karya Lingkungan II Gang Karang Sari Medan.
4. Novita Elisabeth Aruan, 22 tahun, Jalan Kuali No 3 Kel Sei Putih Medan.
5. Farida Ratnawaty, 62 Tahun, Jalan Jendral Ahmad Yani No 20 Medan.
6. Lindawati, 38 tahun, Jalan Gereja Gang Aman Medan Barat Medan.
Berita Foto: Kereta Api Hantam Angkot yang Terobos Palang Perlintasan, Empat Orang Penumpang Tewas
Petugas Kepolisian mengevakuasi mobil angkutan kota (angkot) pascatabrakan dengan kereta api di perlintasan KAI Jalan Gereja, Medan, Sabtu (4/12/2021). Dalam peristiwa tersebut sebanyak delapan orang penumpang menjadi korban, empat orang diantaranya meninggal dunia.
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 15.30, angkot 123 plat nomor polisi BK 1610 UE tersebut memotong antrean pengendara yang lain dari sisi kanan jalan dan terus menerobos palang pintu perlintasan kereta api disaat palang sudah turun.
Sehingga tabrakan tak terelakkan, kereta api datang dari arah Binjai menuju Medan, menghantam sisi kiri bagian belakang angkot yang datang dari Jalan Sekip menuju Jalan Gereja. Sementara itu warga langsung ramai menolong korban dan membawanya ke Rumah Sakit Royal Prima.
Pascatabrakan didapati sopir angkot berusaha melarikan diri, sehingga warga setempat menghajar dan mengamankan ke pos kereta api terdekat. Sementara kondisi angkot ringsek. Kaca bagian depan hancur dan sisi kiri bagian belakang terlepas.
Identitas sopir bernama lengkap Hati Manalu berumur 43 tahun, warga Jalan Batang Kuis Tanjungmorawa, Kabupaten Deliserdang. Saat akan membawa sopir tersebut, petugas kepolisian terpaksa melepaskan dua tembakan untuk membubarkan kerumunan warga yang ingin menghajar sopir.
Warga Keroyok Sopir Angkot Maut, Polisi Lepaskan Tembakan Peringatan
Kepolisian melepaskan dua tembakan untuk membubarkan kerumunan warga yang ingin menghajar sopir pembawa angkot 123 yang ditabrak kereta api di Jalan Sekip, Kelurahan Agul, Kecamatan Medan Barat, Sabtu (4/12/2021).
Sopir angkot itu menerobos portal kereta api sehingga menyebabkan penumpangnya tewas dan luka-luka.
Sopir diamankan di pos jaga perlintasan kereta api sementara warga berkerumun di luar.
Sewaktu mobil polisi datang untuk membawa sopir itu ke Polsek Medan Barat tiba, petugas membuka jalur di tengah kerumunan massa.
Sewaktu keluar di depan pintu pos kereta api, tampak massa langsung menyeret sopir dan memukul secara membabi buta.
Polisi pun coba untuk mencegah terjadinya pengeroyokan massa. Sesampainya dekat ke mobil polisi, kerumunan warga semakin banyak dan terjadi kericuhan.
Polisi melepaskan tembakan peringatan sebanyak dua kali, namun massa tetap melakukan pemukulan sampai melempar batu ke mobil polisi.
Tak lama, sopir tersebut berhasil diamankan dan diboyong ke Polsek Medan Barat. Kini, arus lalu lintas pun masih macet. Pengendara dari segala arah merambat padat.
Warga sekitar mengatakan, kereta api menghantam angkot sekitar pukul 15.30 WIB.
Angkot 124 itu datang dari arah Jalan Karya menuju Jalan Sekip.
"Jadi saat itu portal kereta api dalam keadaan tertutup. Tapi angkot tersebut melaju dan tiba-tiba berhenti di tengah rel," katanya.
"Tak lama sopirnya keluar, sementara penumpang masih ada di dalam," sambungnya.
Selanjutnya, terjadilah tabrakan sampai menghancurkan angkot tersebut.
Berdasarkan penglihatan saksi ada delapan orang yang berhamburan di jalan akibat laka lantas itu
Seluruh korban kini dibawa di Rumah Sakit Royal Prima.
(cr8/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Kapolrestabes-Medan-Kombes-Pol-Riko-Sunarko_Lakalantas-Maut.jpg)