Kripto

Mengenal Non Fungible Token (NFT) dalam Investasi Pasar Kripto

Pernahakah Anda mendengar atau membaca tentang NFT? Apa itu NFT? Istilah ini sering muncul dalam pembahasan tentang kripto. 

Ist
Apa itu NFT? 

NFT sendiri digunakan pertama kali pada sebuah game blockchain bernama CryptoKitties pada Oktober 2017 lalu. Dalam game tersebut, pengguna bisa mengadopsi atau memelihara seekor kucing virtual.

Layaknya memiliki binatang peliharaan di dunia fisik, seekor kucing digital bakal memiliki identitas (token) unik untuk menunjukkan bahwa kucing tersebut dimiliki sepenuhnya oleh seorang pengguna.

Tidak memiliki nilai tukar

Ilustrasi bitcoin, aset kripto, cryptocurrency.
Lihat Foto: Ilustrasi bitcoin, aset kripto, cryptocurrency. (PEXELS/WORLDSPECTRUM)

Karena satu NFT memiliki keunikan tersendiri dan dijual dengan harga yang berbeda, nilai sebuah aset NFT tidak bisa disamakan atau ditukarkan dengan aset NFT dan aset kripto lainnya.

Aset semacam ini biasa disebut non-fungible (tidak bisa ditukarkan), berbeda dengan aset lainnya, seperti mata uang dollar AS, Ethereum, atau Bitcoin yang bersifat fungible.

Misalnya begini, apabila sebuah mobil A dihargai Rp 500 juta, maka harga mobil tersebut bakal setara dengan 34.700 dolar AS (1 dolar AS = Rp 14.300) atau 18,34 Ethereum (1 Ethereum = Rp 27 juta).

Sementara itu, nilai 1 aset NFT yang dibeli dengan harga Rp 500 juta tidak bisa disamakan dengan sebuah mobil dengan harga yang sama, uang senilai 34.700 dolar AS atau koin sebanyak 18,34 Ethereum tadi.

Dengan kata lain, bisa disimpulkan bahwa NFT merupakan aset digital yang bisa dimiliki secara eksklusif oleh seseorang dengan nilai yang bervariasi tergantung orang yang menjualnya.

Inilah yang membuat sebuah aset NFT biasanya dilego atau berpindah kepemilikan melalui mekanisme lelang di berbagai platform online, seperti NiftyGateway, Valuables, Foundation, Christie's, dan lain sebagainya.

Investor Makroekonomi Morehead: Pemerintah Harus Berhenti Melarang Bitcoin

Berikut Ini 5 Orang Paling Sukses di Pasar Uang Kripto, Nilai Aset Bitcoin Capai Miliaran Dolar

NFT tengah naik daun

Tweet pertama Jack Dorsey di jual sebagai NFT di situs Valuables by Cent.
Lihat Foto: Tweet pertama Jack Dorsey di jual sebagai NFT di situs Valuables by Cent.(KOMPAS.com/ Galuh Putri Riyanto)

Menjual aset NFT dengan cara dilelang belakangan tengah naik daun. Sebab, mekanisme lelang ini dinilai sebagai cara yang tepat untuk menjual karya digital dengan NFT.

Salah satunya adalah seniman digital Mike Winkelmann, atau yang biasa dikenal dengan "Beeple", yang berhasil menjual kolase dari seluruh karyanya yang pernah dibuat senilai 69 juta dolar AS (sekitar Rp 993 miliar).

Lalu, ada twit pertama dari pendiri Twitter, Jack Dorsey yang kini masih dilelang di platform Valuables.

Penawaran terakhir berasal dari akun @sinaEstavi yang berani membeli twit tersebut dengan harga 2,5 juta dolar AS atau sekitar Rp 35 miliar.

Selain Dorsey, istri Elon Musk sekaligus musisi Grimes juga diketahui telah menjual karyanya melalui NFT seharga 5,8 juta dollar AS (sekitar Rp 82,9 miliar).

Ada pula berbagai meme yang dijadikan aset NFT oleh para penciptanya. Salah satunya adalah meme "Nyan Cat" yang dijual dengan harga 300 Ethereum atau setara dengan 8,1 miliar.

Meme populer lainnya, yaitu "Bad Luck Brian" juga ikutan dijual dengan harga 20 koin Ethereum atau sekitar Rp 545 juta.

Halaman
123
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    Berita Populer

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved