Penyebab Hujan di Sumut

INI PENYEBAB Hujan Terus Menerus di Kota Medan dan Wilayah Sumut

BMKG Wilayah I Medan merilis data menyangkut penyebab utama hujan yang tak berkesudahan di Kota Medan dan wilayah Sumut

Editor: Array A Argus
HO
Desa Muara, Kecamatan Batang Angkola, Kabupaten Mandailing Natal terendam banjir, Minggu (19/12/2021). Warga di sana mengaku kelaparan.(HO) 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN- Kota Medan dan sejumlah wilayah di Sumatera Utara beberapa hari terakhir terus dilanda hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

Menurut analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan, curah hujan yang begitu tinggi di Kota Medan dan wilayah Sumut ini akibat dampak Typhoon RAI.

Kepala BMKG Wilayah I Medan, Hartanto menjelaskan, sejak 17 Desember 2021 kemarin, Typhoon RAT melanda wilayah laut China. 

Baca juga: UPDATE Banjir Madina, Korban Terdampak Banjir di Desa Muara Batang Angkola Belum Makan

"Akibat dari Typhoon RAI ini memicu tekanan rendah di semenanjung Malaysia dan konvergensi di wilayah pantai barat Sumatera.

Kondisi ini mengakibatkan peningkatan curah hujan di wilayah Sumatera bagian Utara," katanya.

Hartanto menjelaskan, berdasarkan informasi prakiraan cuaca, hampir seluruh wilayah Sumut terdampak Typhoon RAT ini. 

"Ada beberapa kabupaten kota yang harus siaga, seperti Pakpak Bharat, Serdangbedagai, Kota Padangsidimpuan, Tapanuli Utara, Madina, Deliserdang, Tapanuli Selatan, TapanuliTengah, Kota Sibolga," ungkapnya.

Baca juga: AIR Banjir Madina Berangsur Surut, Polisi Pastikan Tak Ada Korban Jiwa

Sedangkan untuk wilayah waspada yaitu Asahan, Kota Tanjungbalai, Labuhanbatu Utara, Padang.

Lalu, Nias Utara, Kota Gunungsitoli, Nias Selatan, Simalungun, Kota Medan, Humbahas, Batubara, Labuhanbatu, Langkat, Paluta, Nias, Nias Barat, Kota Tebingtinggi, Kota Binjai.

"Untuk informasi tinggi gelombang yang disebabkan badai Typhoon RAT ini berkisar 1.25 -2.5 meter dan berpeluang terjadi di wilayah Selat Malaka.

Baca juga: Tambang Emas Ilegal Ditengarai Pemicu Banjir Besar di Madina, 16 Kecamatan Tenggelam

Kemudian, tinggi gelombang 2.5.4.0 meter berpeluang terjadi Perairan Barat Pulau Simeulue hingga kepulauan Nias," kata Hartanto.

Berdasarkan analisis di atas, sambungnya, maka wilayah Sumatera Utara dalam tiga hari kedepan berpotensi masih dilanda hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang dengan durasi lama dan cakupan wilayah yang luas.

Dia mengatakan, kondisi ini akan mengakibatkan terjadinya bencana hidrometeorologis (banjir bandang, longsor, angin kencang dan gelombang tinggi.

"Menyikapi kondisi tersebut diatas agar para pemangku kepentingan dan seluruh komponen masyarakat dapat meningkatkan kesiapsiagaan terjadinya bencana hidrometeorologi di wilayah Sumatera Utara pada tanggal 18-21 Desember 2021," katanya.

Hartanto juga meminta masyarakat mengikuti informasi dari BMKG Wilayah I Medan melalui dari media sosial @infobukeskus..(mft/www.tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved