Sejarah Istana Maimun dan Sultan Deli XIV, Sempat Ditempati 4 Sultan Melayu

Ia bekerja juga sebagai Konijnlijk Nederlands-Indische Leger (KNIL), atau tentara Kerajaan Hindia-Belanda. 

Tayang:
Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Warga tengah mengunjungi objek wisata Istana Maimun, Medan, Rabu (18/3/2020). Sebagai tindakan antisipasi dan pencegahan penyebaran Covid-19 di tempat-tempat wisata, Istana Maimun memutuskan untuk menutup selama 14 hari ke depan. 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN- Istana Maimun yang terletak di Jalan Brigjen Katamso, Kota Medan ini, merupakan tempat bersejarah yang hingga kini masih berdiri dan dijadikan objek wisata.

Istana Maimun merupakan istana peninggalan kerajaan Deli yang dipimpin Sultan Al Rasyid Perkasa Alamsyah pada tahun 1973. 

Istana Maimun sempat ditempati oleh 4 Sultan Melayu yang memerintah saat itu.

Baca juga: 2.471 Warga Binaan Lapas dan Rutan Dapat Remisi Natal

Dari beberapa sumber yang dihimpun Tribun Medan, Istana ini dibangun pada tahun 1988.

Untuk arsitektur Istana yakni TH Van Erp.

Ia bekerja juga sebagai Konijnlijk Nederlands-Indische Leger (KNIL), atau tentara Kerajaan Hindia-Belanda. 

Untuk desain bangunannya yaknj perpaduan antara Indonesia, Persia, dan Eropa. 

Nuansa Melayu dan Islam jelas terlihat di bangunan yang terletak di Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Medan Maimun ini.

Nah hingga kini Sultan Deli XIV yakni Seripeduka Sultan Deli XIV, Tuanku Sultan Mahmud Lamantjiji Perkasa Alam.

Beliau kini menempa pendidikan Magister di salah satu kampus yang berada di pulau Jawa.

Beberapa hari lalu, Seripeduka Sultan Deli XIV, Tuanku Sultan Mahmud Lamantjiji Perkasa Alam melaksanakan pemberian gelar adat kepada keluarga kerabat Kesultanan.

Sebanyak 20 orang keluarga mendapat gelar adat dari Sultan Deli.

Hingga kini, Istana Maimun dijadikan objek wisata kota. Di istana Maimun sendiri kita bisa melihat bagaimana barang-barang kesultanan dahulu, sejarah bahkan mendengar kisahnya.

Baca juga: 2 Pekerja Tewas Tertimpa Puing Bangunan Masjid Raya Mamuju

Di samping Istana Maimun sendiri terdapat pecahan meriam puntung yang konon dahulunya ia merupakan sosok seorang wanita yakni putri hijau.

Berdasarkan informasi dari juru kunci lokasi tersebut Maslela bru Tarigan, pecahan meriam ini merupakan bagian dari meriam yang ada di halaman Istana Maimun, Medan.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved