Tokoh Suku Karo
4 Tokoh Berpengaruh Suku Karo, Ada yang Jadi Pahlawan Hingga Menteri
Berikut ini adalah 4 tokoh berpengaruh suku Karo yang menjadi pahlawan dan menteri di Indonesia
Penulis: Tria Rizki | Editor: Array A Argus
Lalu, Tifatul Sembiring melanjutkan studinya ke IAIN Syarif Hidayatullah Ciputat, jurusan Komputer Management dan International Politic Center for Asian Studies Strategic Islamabad, Pakistan.
Awal karir nya bekerja di PT PLN (persero) pada bidang telekomunikasi dan pemrosesan data.
Selanjutnya Tifatul Sembiring melebarkan sayap ke dunia politik dimulai sebagai aktivis Yayasan Pendidikan Nurul Fikri (1990), Presiden Partai Keadilan Sejahtera (2005 hingga 2009), Menteri Kementrian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (2009 hingga 2014) dan anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia.
Selama menjabat sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika, Ia melakukan program yang dikenal lelang penggunaan kanal 3G dan mobil pintar yang mengatasi problem jangkauan internet di daerah terpencil.
Selanjutnya di tahun 2013, Ia berhasil meningkatkan penerimaan negara bukan pajak dari Kemenkominfo, sebanyak 72 ribu desa berhasil terkoneksi dengan sambungan telepon, dan seluruh kecamatan juga terhubung dengan internet melalui Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) dan Mobile Pusat Layanan Internet Kecamatan (MPLIK).
Tak hanya itu, Kemenkominfo melskukan kegiatan secara rutin dalam melahirkan innovator baru melalui ICT Award, ICT Training Center, proyek e-learning, Indonesia Open Source Award, hingga program beasiswa S-2 dan S-3 untuk bidang IT dan komunikasi
Tifatul Sembiring juga mendapat berbagai penghargaan, diantaranya Bintang Mahaputera Adipradana oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Bintang Mahaputera merupakan simbol penghargaan bagi warga Indonesia yang berprestasi di bidang atau peristiwa tertentu.
4. Malem Sambat Kaban
Malem Sambat Kaban biasa dikenal dengan M.S. Kaban lahir di Binjai, Sumatera Utara pada 5 Agustus 1958.
Ia merupakan mantan Menteri Kehutanan (Menhut) di Kabinet Indonesia Bersatu periode 2004 hingga 2009.
M.S. Kaban menempuh pendidikan di SMA Negeri 7 Medan, melanjutkan S-1 di Fakultas Ekonomi Universitas Jayabaya, dan menempuh Pendidikan S-2 Institut Pertanian Bogor.
Sebelum terjun di dunia politik M.S. Kaban meniti karir di Pendidikan sebagai dosen Universitas Ibnu Khaldun, Bogor dan mengajar di Universitas Islam As-Syafiiyah.
Awal karirnya di dunia politik sejak tahun 1997 dengan bergabung dengan partai Bulan Bintang, saat pemilu 1999 ia terpilih menjadi anggota DPR RI dan semakin bersinar pada pemilu 2004 terpilih menjadi anggota Dewan perwakilan Rakyat (DPR).
Hingga masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) didaulat untuk menjadi menteri kehutanan menggantikan Yusril Ihza mahendra, rekan satu partainya dan dilantik pada 21 Oktober 2004.
Selama menjabat Ia menangani pembalakan hutan secara liar untuk menyelamatkan hutan di Indonesia.(cr16/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/4-tokoh-berpengaruh-suku-Karo.jpg)