Sumut Terkini
Masyarakat Minta Kejari Asahan Periksa dan Audit Dapur MBG, Diduga jadi Sarang Korupsi
Katanya, jaksa diminta usut menyeluruh soal dugaan jual beli titik koordinat dapur yang diduga ada yang tidak sesuai.
Penulis: Alif Al Qadri Harahap | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.COM, KISARAN - Puluhan masyarakat dan aktivis di Kabupaten Asahan mendatangi kantor kejaksaan negeri (Kejari) Asahan meminta agar mengaudit dan memeriksa seluruh satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) atau dapur MBG di Kabupaten Asahan.
Menurut para pengunjuk rasa, masih banyak SPPG yang tidak transparan terkait anggaran belanja bahan pokok yang diduga kerap di mark up.
Demonstran yang menyebutkan dirinya sebagai aliansi pemuda mahasiswa (Apema) ini meminta agar SPPG membuka seluruh data mekanisme pengelolaan dapur MBG.
"Kami meminta agar dilakukan audit menyeluruh terhadap pengelolaan program MBG Kabupaten Asahan termasuk belangnya bahan yang kami duga di mark up yang diduga menggunakan kwitansi bodong," kata Kordinator aksi, Solehudin Marpaung, Kamis (11/6/2026).
Katanya, jaksa diminta usut menyeluruh soal dugaan jual beli titik koordinat dapur yang diduga ada yang tidak sesuai.
"Kami menduga ada jual beli titik koordinat dapur yang diduga ada disetor kepada koordinator wilayah," kata S Marpaung.
Selain itu, Ia juga menduga adanya korupsi harga makanan yang akan disajikan kepada penerima manfaat, baik anak sekolah ataupun anak bayi.
"Transparansi kami minta, karena kami menduga adanya korupsi yang dilakukan dalam program Presiden Republik Indonesia ini. Kami tidak mau program ini menjadi asas manfaat bagi segelintir orang," pungkasnya.
(cr2/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Pj Sekda Sumut Sebut BRT Mebidang Ditargetkan Rampung 2027 |
|
|---|
| Bulog Sumut Salurkan 2,87 Juta Liter Minyakita, Target Bantuan Pangan Tuntas Akhir Juni |
|
|---|
| Pertanyakan Cabdisdik Toba, FKAMPTO Siahaan: Kecewa, Anak Kami Tak Masuk ke SMA di Lahan Sendiri |
|
|---|
| Bulog Sumut Akui Distribusi SPHP ke RPK Masih Jadi Tantangan, Siapkan Sistem Antar Langsung |
|
|---|
| Harga Pertamax Naik, Warga di Balige Lebih Memilih Pertalite untuk Kendaraan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Puluhan-pemuda-masyarakat-dan-aktivis-mahasiswa.jpg)