Sumut Terkini

Bulog Sumut Akui Distribusi SPHP ke RPK Masih Jadi Tantangan, Siapkan Sistem Antar Langsung

Kondisi tersebut membuat Bulog harus mengatur sistem distribusi secara bertahap agar seluruh kebutuhan mitra dapat terpenuhi.

Tayang:
Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/Husna Fadilla Tarigan
PENYALURAN PANGAN- Petugas mengangkut karung beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dari mobil distribusi saat pelaksanaan Gerakan Pangan Murah oleh Perum Bulog Kanwil Sumatera Utara di Medan, Jumat (13/3/2026). Bulog akui tantangan distribusi ke RPK masih jadi tantangan. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara mengakui distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kepada pedagang Rumah Pangan Kita (RPK) masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama tingginya jumlah mitra yang harus dilayani setiap hari.

Pimpinan Wilayah Bulog Sumut, Budi Cahyanto, mengatakan saat ini terdapat lebih dari 900 RPK di wilayah Medan yang menjadi mitra penyaluran beras SPHP.

Kondisi tersebut membuat Bulog harus mengatur sistem distribusi secara bertahap agar seluruh kebutuhan mitra dapat terpenuhi.

“Memang hari ini perlu ada upaya dari kami untuk teman-teman RPK. Pelayanannya sedang tinggi-tingginya,” ujar Budi di Medan, Rabu (10/6/2026).

Pernyataan itu menanggapi keluhan sejumlah pedagang RPK yang mengaku harus mengambil beras SPHP ke Gudang Bulog Medan Labuhan setelah distribusi dipusatkan di lokasi tersebut.

Menurut para pedagang, kebijakan tersebut meningkatkan biaya operasional karena jarak tempuh yang lebih jauh dibanding gudang-gudang Bulog lainnya.

Budi menjelaskan saat ini Bulog tetap membuka opsi pengambilan langsung bagi RPK yang membutuhkan pasokan secara cepat.

Namun untuk layanan pengantaran, penyaluran harus mengikuti jadwal distribusi yang telah disusun oleh masing-masing cabang.

“Kalau hari ini pesan dan ingin langsung dapat barang, silakan diambil. Tapi kalau menunggu pengantaran sesuai jadwal cabang, maksimal sekitar tiga hari,” katanya.

Ia menyebut tingginya jumlah RPK menjadi tantangan tersendiri dalam proses distribusi.

Setiap hari, Bulog harus melayani ratusan mitra yang mengajukan kebutuhan beras SPHP secara bergantian.

“Di Medan sendiri ada sekitar 900 lebih RPK yang harus dilayani. Setiap hari berganti-ganti,” ujarnya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Bulog berencana memperkuat sistem distribusi melalui pola canvassing atau pengantaran langsung ke mitra.

Melalui sistem itu, Bulog akan mengirimkan beras menggunakan armada distribusi secara terjadwal sehingga pedagang tidak perlu selalu datang ke gudang untuk mengambil stok.

“Ke depan kami akan punya sistem yang lebih baik. Ketika stok RPK mulai menipis dan mereka melakukan pemesanan, kami akan melakukan canvassing dengan pengantaran menggunakan truk setiap hari,” kata Budi.

Ia berharap langkah tersebut dapat meningkatkan pelayanan kepada pedagang sekaligus memperlancar distribusi beras SPHP kepada masyarakat.

(cr26/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved